Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Surat Surat Rosul Saw

Senin, 25 Maret 2013 | komentar

Selamat datang lagi para pembaca setia blog Hikmah Kehidupan pada kesempatan ini kami mencoba memberikan informasi  tentang Surat Surat Rosul Saw, dengan gambar asli surat Beliau saw.

Kalau kita membaca isi Surat Surat Rosul Saw yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.

Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)


Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.


Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron: 64


Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir)




Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dinikahi Hassan bin stabit ra, sastrawan unggul pada zaman Nabi saw. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mudah-mudahan bermanfaat untuk para pembaca blog Hikmah Kehidupan dan apa bila anda ingin mencari informasi lain seperti Nama Nama Bayi Laki Laki Dan Perempuan anda dapat peroleh disini terimakasi.

Penghambat Terkabulnya Doa

Minggu, 24 Maret 2013 | komentar


Selamat berjumpa kembali Pembaca Blog hikmah kehidupan yang budiman, dalam kesempatan ini kami menampilkan artikel tentang Penghambat Terkabulnya Doa menurut Hujjatul Islam al-Imam Ghazali ra, dari kitab Ihya 'Ulumiddin.



Seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham ra, kita selalu berdoa tetapi mengapa doa kita tidak terkabul padahal Allah Ta'ala telah mewahyukan:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Rabb-mu berfirman: 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina'."(QS.40:60)


"Sebab hati kalian telah mati" jawab beliau.
"Apa yang membunuhnya?" Tanyanya
"Ada delapan yang membunuh hati" jawab beliau.

Pertama, kalian mengetahui hak-hak Allah, tetapi tidak memenuhinya.
Kedua, Kalian membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkan isinya.
Ketiga, kalian mengaku cinta kepada Nabi Muhammad saw, tetapi tidak mengamalkan sunah-sunahnya.
keempat, kalian menyatakan takut mati, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kelima, Allah telah mewahyukan:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya, supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."(QS.35:6)

Tetapi kalian justu mentaati ajakannya untuk bermaksiat kepada Allah.
Keenam, kalian mengaku takut kepada siksa neraka, tetapi kalian tenggelamkan tubuh kalian kedalamnya,(dengan selalu berkata dusta).

Ketujuh, kalian menyatakan cinta surga, tetapi tidak beramal untuknya.
Kedelapan, ketika bangun tidur kalian lemparkan aib-aib kalian dibelakang punggung kalian dan kalian hamparkan aib orang didepan mata kalian, sehingga kalian membuat Allah murka.
Jika semua ini kalian lakukan, bagaimana doa kalian akan dikabulkan, jawab Ibrahim bin Adham.

Mudah-mudahan artikel diatas bermanfaat bagi pembaca yang budiman dan dapat menambah keimanan kepada Allah swt. Apabila pembaca yang budiman ingin membaca artikel yang lain, seperti Nama-Nama  Bayi Laki-Laki Dan Perempuan Islami , Tips Cara menggunakan jilbab dll, dapat dibaca disini. terimakasih, Wassalamu'alaikum wr.wb.

Kisah Keutamaan Sodaqoh

Rabu, 20 Maret 2013 | komentar


Pada artikel kali ini kita mencoba memberikan informasi seputar Kisah Keutamaan Sodaqoh   dari berbagai sumber yang valid ,semoga dengan kisah ini bisa kita ambil beberapa pelajaran dan manfaat dan dapat menjadi pembelajaran tentang mulianya bersodaqoh. 


Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan.

Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak-anak wanitanya meninggalkan kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi pada musim dingin. Saat mereka telah memasuki kota, si ibu mengajak anak-anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap nasi.

Di tengah perjalanan si ibu bertemu dengan dua kelompok orang, yang satu dipimpin oleh seorang Muslim yang merupakan tokoh di kampung itu sendiri, sedang kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang Majusi, pemimpin kampung itu.

Si ibu tersebut lalu menghampiri tokoh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya serta berkata, “Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam ini!”

“Tunjukkan bukti-bukti bahawa dirimu benar-benar seorang muslimah kata tokoh orang Muslim di kampung itu. “Di kampung tidak ada orang yang mengenaliku,” kata ibu tersebut.

Sang tokoh itu pun akhirnya tidak menghiraukannya. Seterusnya dia hendak memohon kepada si Majusi, pemimpin kampung tersebut. Setelah menjelaskan tentang dirinya dengan tokoh kampung, lelaki Majusi lalu memerintahkan kepada salah seorang anggota keluarganya untuk datang ke masjid bersama si ibu itu, akhirnya dibawalah seluruh keluarga janda tersebut untuk tinggal di rumah Majusi yang memberinya pula pelbagai perhiasan yang bagus.

Tidak berapa lama sesudah itu tokoh masyarakat yang beragama Islam itu bermimpi seakan-akan hari Kiamat telah tiba dan panji kebenaran berada di atas kepala Rasulullah SAW. Dia pun sempat menyaksikan sebuah istana tersusun dari zamrud berwarna hijau. Kepada Rasulullah SAW. dia lalu bertanya, “Wahai Rasululah! Milik siapa istana ini?”

“Milik seorang Muslim yang mengesakan Allah,” jawab Rasulullah. “Wahai Rasulullah, aku pun seorang Muslim,” jawabnya.

“Coba tunjukkan kepadaku bahawa dirimu benar-benar seorang Muslim yang mengesakan Allah,” sabda Rasulullah SAW. kepadanya.

Dia pun bingung atas pertanyaan Rasulullah, dan kepadanya Rasulullah SAW. kemudian bersabda lagi, “Di saat wanita muslimah datang kepadamu, bukankah kamu berkata kepadanya, “Tunjukkan mengenai dirimu kepadaku!” Karenanya, demikian juga yang harus kamu lakukan, yaitu tunjukkan dahulu mengenai bukti diri kamu sebagai seorang Muslim kepadaku!”

Sesaat kemudian lelaki muslim itu terjaga dari tidurnya dan air matanya pun jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. Dia berkeliling kota untuk mencari wanita muslimah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia mengetahui di mana kini wanita tersebut berada.

Lelaki Muslim itu segera berangkat ke rumah orang majusi yang telah menampung wanita muslimah beserta anak-anaknya. “Di mana wanita muslimah itu?’ tanya lelaki Muslim kepada orang majusi.”Ada padaku,” jawab si Majusi. “Aku ingin menemuinya,” ujar lelaki Muslim itu. “Tidak semudah itu,” jawab lelaki majusi. “Ambillah uang seribu dinar dariku dan kemudian mere
ka akan menemuimu,” desak lelaki Muslim. “Aku tidak akan melepaskannya. Mereka telah tinggal di rumahku dan dari mereka aku telah mendapatkan berkatnya,” jawab lelaki majusi itu. “Tidak boleh, engkau harus menyerahkannya,” ujar lelaki Muslim itu seolah-olah memaksa.
Maka, lelaki majusi pun menegaskan kepada tokoh Muslim itu, “Akulah yang berhak menentukan apa yang kamu minta. Dan istana yang pernah kamu lihat dalam mimpi itu adalah diciptakan untukku! Apakah kamu mau menunjukkan ke Islamanmu kepadaku? Demi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak akan tidur sebelum kami memeluk agama Islam di hadapan wanita muslimah itu, dan aku pun telah bermimpi sepertimana yang kamu mimpikan, serta Rasulullah SAW. sendiri telah pula bersabda kepadaku, “Adakah wanita muslimah beserta anaknya itu padamu?”“Ya, benar,” jawabku.

“Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua keluargamu termasuk penduduk syurga, karena Allah sejak zaman azali dahulu telah menciptakanmu sebagai orang Mukmin,” sabda Rasulullah kembali.
Demikian artikel tentang Kisah Keutamaan Sodaqoh yang dapat kami sampaikan, semoga artikel tersebut bermanfaat untuk pembaca sekalian dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari amin.dan Untuk pembaca yang ingin membaca artikel kami yang lain tentang Kata-Kata Mutiara Islam atau artikel islami yang lainnya bisa sobat pembaca sekalian cari disini, salam sejahtera untuk kita semua.

Mencontoh Akhlak Rasulallah SAW

Kamis, 14 Maret 2013 | komentar

Selamat datang lagi para pembaca setia blog Hikmah Kehidupan pada kesempatan ini kami mencoba memberikan informasi terbaru seputar Akhlak Rasulallah SAW yang wajib dan seharusnya kita contoh dan amalkan. Pastinya banyak sekali amalan dan akhlak beliau Rasul SAW dalam kehipan sehari-hari yang tertulis dalam hadits yang belum kita ketahui sampai sekarang. Untuk memudahkan pembaca dan memberikan beberapa gambaran tentang akhlak Rasul, kita akan memberikan beberapa uswah dibawah ini.

Ketika Rosululloh saw telah berhijrah ke Madinah dan saat berjihad telah diperbolehkan, dan Nabi saw berhak mendapat seperlima dari setiap harta rampasan perang (ghonimah) sebagaimana firman Alloh swt : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh, sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seper-lima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah, dan kepada apa yang Kami turunkan, kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Penguasa segala sesuatu." – (QS.8:41).


Meski demikian, Nabi saw hidup bersahaja beliau membagi-bagikan harta yang menjadi haknya kepada umat islam, beliau tidur hanya beralaskan tikar yang meninggalkan bekas ditubuh jika ditiduri. Suatu ketika,Umar ibn Khathab ra, mengunjungi Nabi saw kala itu beliau sedang menyendiri di ruang penyimpanan air. Umar ra, menyaksikan beliau saw tengah duduk di atas dan tampak galur-galur bekas tikar dikedua sisi tangan Nabi saw.

Setelah itu ia mengawasi seluruh ruangan itu ,ia hanya menemukan segengam gandum dan sebiji kurma. Lalu ia bertanya, bukankah Alloh swt, telah memudahkanmu ya Rosululloh mengapa engkau tidak membeli sesuatu yang bisa engkau makan? Mendengar itu, beliau Rosululloh saw bersabda, "Hiduplah di dunia seolah-olah engkau seorang pendatang atau musafir." Saudaraku mari bersama-sama kita merenung betapa Rosululloh saw, yang  seorang Nabi dan seorang kholifah,dapat hidup begitu bersahaja, mari setelah kita membaca cerita diatas bersama-sama kita berniat sedikit untuk merubah cara hidup kita yang gemar berfoya-foya menjadi sedikit bersahaja. waallohhu'alam bisowab.

Demikian artikel tentang Contoh Akhlak Rasulallah SAW yang dapat kami sampaikan, semoga artikel tersebut bermanfaat untuk pembaca sekalian dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bermasyarakat atau dalam beragama. Untuk pembaca yang ingin membaca artikel kami yang lain tentang Cara Memakai Jilbab atau artikel islami yang lainnya bisa sobat pembaca sekalian cari disini, salam sejahtera untuk kita semua.

Sudahkah Kita Menjadi Hamba Yang Bersukur

Selasa, 12 Maret 2013 | komentar

Bersukur

Dalam hidup kita selaku umat muslim sudah selayaknya mensyukuri apa saja yang telah kita dapat dari Allah SWT, banyak sekali nikmat pemberian yang diberikan Allah SWT kepada kita namun sebanyak itu pula kita lupa akan nikmat tersebut. Sudahkah kita menjadi hamba yang bersukur ? Berapa banyak nikmat Alloh swt yang jarang  kita sukuri ? Alloh swt dalam alqu'ran berfirman :                                                                       

        وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

"Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.16:18)

Salah satu nikmat Alloh swt yang jarang kita sukuri adalah kesehatan, apabila kita pergi mencari nafkah/rezeki apabila sudah sampai dirumah dan kita belum dapat rezeki uang kita selalu mengatakan belum dapat rezeki, sesungguhnya dengan kita sampai dirumah dengan selamat bukankah itu sudah suatu rezeki . Seandainya kita pulang diantar mobil ambulance pasti keluarga kita akan semakin susah mari kita belajar mensukuri nikmat Alloh swt kecil sehingga Alloh swt percaya menitipkan rezeki yang besar untuk kita dan sambil memperbanyak membaca "SUBHANALLOH ALHAMDULILAH WALAILAHAILLOH WAALLOHU AKBAR ASTAGFIRULLOH."

Semoga dengan renungan tentang rasa syukur kepada Allah SWT ini kita bisa terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan senantiasa menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur. Demikian sedikit renungan yang dapat kami sampaikan, semoga menambah kebaikan dan bermanfaat untuk pembaca sekalian, jazakallah khoir.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger