Tampilkan postingan dengan label Firqah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firqah. Tampilkan semua postingan

Mereka Bicara Salafi / Wahabi Teroris [Terorisme]

Minggu, 25 November 2012 | komentar

Tanya: Memang Aku Seorang Teroris / Terorisme Salafy / Wahaby !?

Antara Teroris,Bom,Ideologi dan Salafi / Wahabi

Sebelumnya,sejenak penulis ingin sedikit memberikan sebuah asumsi mengenai penisbatan sebuah nama 'wahabi'.Sebenarnya penamaan wahabi yang tercantum dalam artikel ini merupakan 'kesengajaan' yang dilakukan penulis yang bertujuan untuk menepis fitnah bahwa salafy adalah wahaby / wahabisme.

Kita tahu,SEMUA situs dan blog-blog pembenci manhaj salaf PASTI menggunakan kata /sebutan / penisbatan dan nama 'WAHABI' dalam menjuluki manhaj yang haq ini.Kenapa? ya,itulah senjata mereka satu-satunya.

Meskipun sudah tegak dalil,bahkan sudah dijelaskan bahwa firqoh sesat 'wahabi' bukanlah dakwah yang dibawakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab,tetap saja para penentang sunnah-sunnah Rasululloh bersi kukuh terhadap pendapatnya.
Semoga kita dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai hamba yang diberi hidayah,dijadikan golongan orang-orang yang beruntung dan senantiasa takut serta taqwa kepada-Nya.

Bukankah fitnah terhadap syekh Muhammad bin Abdul Wahab terlihat 'menggelikan' karena beliau adalah penerus dakwah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah? yang mana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah seorang figur yang tegas dalam mempelajari sanad hadits dan tak ada pertentangan dengan madzhab yang empat?

Lalu,ditujukan untuk siapa nama 'WAHABI' ini? menggelikan bukan?
Tapi,sebagai umat muslim sudah seharusnya kita lalu tidak mau menjelaskan secara 'adab islami' kepada mereka yang belum memahaminya maupun kepada mereka yang telah taklid dalam golongannya.

Islam ini agama rahmat bukan,dakwah Islam harus tetap disampaikan dengan cara yang baik namun tetap tegas dalam penyampaiannya.

Kini kita kembali pada pokok diskusi,yakni kaitannya dengan masalah Memang Aku Seorang Teroris / Terorisme Salafy / Wahaby !?

Judul tersebut adalah sebuah PERTANYAAN,bukan PENISBATAN ya akhi,sesuai dengan keinginan penulis bahwa artikel ini dipublikasikan adalah untuk merenungi sejauh mana pemahaman kita mengenai ISU TEROR / TERORISME yang saat ini sedang 'dinikmati' oleh para pelopornya.

Teror / Teroris / Terorisme,bagaimana anda memahami kata tersebut?
Bukankah makna teror adalah sebuah praktek untuk memberikan rasa takut / menakut-nakuti?
Lalu bagaimana pendapat anda tentang banyak munculnya situs jejaring sosial,pornografi dalam tayangan televisi,penggeseran ideologi para remaja dalam menjauhkan ilmu tauhid,sebuah kemajuan atau sebuah teror yang nyata namun tidak kita sadari?

Semua akan mengatakan,'hal tersebut tergantung bagaimana seseorang dalam menyikapinya',betul bukan saudaraku?
Ya,itulah dasar sebuah taklid dari sikap asal egoisme seorang manusia dan kita rasa itu rahasia umum merupakan sesuatu hal yang dapat dimaklumi.

Mari Gali Pemahaman Kita tentang Makna Terorisme

Di bagian footer artikel ini,kami publikasikan beberapa video yang telah saya edit dari rekaman Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi حفظه الله (tanpa merubah tujuan dakwah beliau pent-) tentang 'terorisme'.

Harapan penulis,dari beberapa video tersebut dapat memberikan pengetahuan dasar tentang syari'at Islam yang benar kaitannya dengan dunia 'Jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala'.

Pernah sebelumnya saya temui di beberapa blog penghujat manhaj salaf (mereka pasti mencantumkan nama 'wahabi') dan mereka mengatakan bahwa 'salafi' adalah khawarij (aliran dalam islam yang melampaui batas).
Mengapa? Apakah dari penampilan fisik berjenggot dan bercadar selalu diindikasikan dengan 'teroris'?
Bukan.
Ya,dalil mereka adalah :

'..akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad.'
(HR Muslim 1762)

Betul sahih hadits tersebut saudaraku,TAPI yang menjadi pertanyaan kita adalah;

-Apakah dalam hadits tersebut menyebutkan bahwasannya 'orang-orang' yang dimaksud adalah seseorang yang mencoba kaffah dalam Islam?
-Apakah 'orang-orang' yang dimaksud adalah orang yang berjenggot dan bercadar? (meskipun para nabi dan sahabat memelihara jenggot mereka,banyak hadits shahih yang menjelaskan dan memerintahkannya pent-).
-Bagaimana orang-orang yang melantunkan Al-Qur'an hanya untuk 'hiburan'?
-Apakah hadits tersebut memberikan indikasi bahwa orang-orang seharusnya belajar Islam hanya setengah-setengah (sehingga mereka tidak dikategorikan dalam orang-orang yang 'pandai' membaca Al-Qur'an pent-)?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya kita tidak lantas menuduh seseorang sebagai khawarij.Karena khawarij adalah orang yang melampaui batas meskipun mereka menggunakan dalil yang sama.
Fakta yang terjadi di 'lapangan' adalah tuduhan 'khawarij' dinisbatkan pada manhaj salaf bukan?

Bingung?

Ini adalah penjelasan bahwa 'dalil' yang mereka (khawarij) bawa adalah benar,tapi dalam memahami sebuah dalil mereka (khawarij) salah (melampaui batas).
Namun kita lihat,mereka para penghujat manhaj salaf menisbatkan khawarij pada orang-orang yang "bercelana ngatung,berjenggot,meninggalkan tahlilan dan menjauhi bid'ah".
Bukankah 'khawarij' dalam hadits diatas adalah orang-orang yang pandai dalam Islam namun tak melewati kerongkongan mereka? Bukan orang-orang yang mengajak pada sunnah dan menjauhi bid'ah?

Intinya saudaraku,makar kaum kuffar dalam mengadu domba sesama muslim kini telah menuai hasilnya,untuk itu,istiqamah,bersabar dan berdo'a serta terus mencari jalan kebenaran (ingat saudaraku,tujuan seorang muslim adalah akhirat) adalah hal terbaik yang seharusnya kita lakukan.

Jangan berharap kita dapat 'merubah' seseorang,tapi yakinlah bahwa pahala akan menyertai kita saat kita menyampaikan dien dengan mengarap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

Berikut beberapa video yang berhasil saya dari rekaman Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi حفظه الله (tanpa merubah tujuan dakwah beliau pent-) tentang 'terorisme' menjadi beberapa bagian:

  1. #1 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - kabar gembira dan fitnah!
  2. #2 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - dalil islam ini asing!
  3. #3 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - inilah teroris!
  4. #4 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - islam adalah agama rahmat!
  5. #5 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jihad yg melampaui batas!
  6. #6 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - bolehkah mendzalimi hewan sekalipun?
  7. #7 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - bgmn jihad yang benar!
  8. #8 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - salah paham dlm berjihad!
  9. #9 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - iming2 pengantin bidadari!
  10. #10 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - pemerintah dan teror!
  11. #11 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir pertama!
  12. #12 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir kedua!
  13. #13 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir ketiga!
  14. #14 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - jenis kafir ke empat!
  15. #15 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - target jihad mereka!
  16. #16 Salafi bukan Wahabi bukan Teroris - beginilah seharusnya seorang muslim!

Adakah Islam Fanatik dan Fanatik dalam Islam?

Rabu, 18 April 2012 | komentar

Kesalahan Pemahaman Tentang Islam yang Syar'i

Sebuah pertanyaan yang kadang banyak menghantui setiap jiwa seorang muslim namun cenderung diabaikan,adalah Mengapa Islam menjadi beberapa golongan dan kelompok bahkan tidak sedikit kita jumpai dari dalam maupun luar negeri adanya perang saudara sesama muslim,bukankah Islam ini satu?
Hal ini berkaitan erat dengan subhat-subhat yang tersebar dalam masyarakat kita pada khususnya,mereka mengatakan:

  • 'jenggot,cadar? akh,itu Islam fanatik,beragama yang berlebih-lebihan'
  • 'ajaran fanatik seperti cadar,jenggot dan lain-lain itu untuk Islam di Arab mas,beda kalo Islam India,Pakistan sedang kita kan di Indonesia'
  • 'ya ga cocok klo Islam jaman nabi diterapkan di jaman ini mas,khan jamannya aja udah beda'
  • 'ya kita harus menjalankan ajaran Islam ini sesuai jaman,klo kita seperti Islam fanatik itu ya bagaimana bernegara,kita kan negara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling hormat-menghormati antar pemeluk agama lain'
  • 'sudah kewajiban kita toh,kita memeluk agama itu bukan diatas kelompok atau golongan tertentu,kita beragama yang biasa-biasa aja,yang fleksible terhadap jaman dan dalam bermasyarakat,klo kita terlalu kaku dalam agama,bagaimana kita bermasyarakat yang sebagian besar menganggap islam fanatik itu aneh'
  • 'bayangkan klo musik haram,film fiktif ga boleh,wanita bercampur pria dalam bekerja ga boleh,jika semua ga boleh gimana nasib negara kita ini,kita pasti akan tertinggal jauh dengan negara-negara lain toh'
  • 'da'i di televisi di kritik,akan lebih baik lagi toh jika dakwah lewat televisi dengan humor-humornya seperti itu,khan akan semakin tersebar Islam ini,gitu aja kok repot'

Dan subhat-subhat yang lain yang mengacu pada penafian terhadap Islam yang mencoba dijalankan dengan yang sebenar-benarnya.
Bukankah hal ini justru akan dapat mengeraskan hati kita dan semakin menjauhkan kita dari ilmu Tauhid ?
Lalu bagaimana yang kita seharusnya lakukan terhadap subhat-subhat itu?

Memukul Habis Subhat Islam Fanatik dan Kefanatikan dalam Islam

Adakah Islam Fanatik Itu? - jika Islam ini telah Allah sempurnakan,mengapa Islam masih terpecah belah?
Ingat saudarakau Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).

Kata 'sempurna' disini adalah 'sempurna' menurut ukuran Allah,sangat berbeda jika nilai 'sempurna' menurut mahluk-Nya disini manusia,sesempurna apapun menurut manusia mustahil jika tanpa cacat,namun jika 'sempurna' menurut Allah seperti firman-Nya dalam surat Al Maidah diatas,masihkah engkau saudaraku menganggap Islam ini cacat sehingga Islam ini harus ada penambahan syari'at dan amalan baru yang tanpa ada dalil sehingga mudahnya Islam ini terpecah belah?

Semua hanya bersumber pada pemahaman yang menyimpang dan pemahaman yang keliru dalam memahami Islam yang sudah Allah sempurnakan ini.
Islam ini akan jaya,akan mendapatkan kemenangan yang besar,persatuan yang tak tertandingi jika didasarkan diatas Al-Qur'an,Assunnah dan sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasulalloh.

Mengapa harus didasarkan pada pemahaman para sahabat?

Rasulalloh صلى الله عليه وسلم telah bersabda:


خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya”.

Dalam skema generasi terbaik itu adalah:

Jaman Nabi dan para sahabat ---> Tabi'in ---> Tabi'ut tabi'in dan yang mengikutinya.

Sudah jelas,siapa lagi yang akan kita ikuti,sedang para sahabat telah pergi,begitu juga para tabi'in,begitu pula para tabi'ut tabi'in.

Betul akhi,senantiasa agar Islam ini terjaga kemurniannya kita harus jeli terhadap hadits-hadits,mana hadits palsu mana hadits yang lemah,mana hadits yang hasan dan mana pula hadits yang kuat dan shahih.
Semua itu hanya kita dapat dari menuntut ilmu syar'i bukan hanya sekedar taklid buta terhadap apa yang nenek moyang kita berikan kepada kita.

Sudah barang pasti jika kita hanya sekedar belajar ilmu agama tanpa memperhatikan hal ini,karena manusia itu cenderung menganggap setiap kebaikan adalah baik,tidak peduli kebaikan yang dimaksud memiliki dalil dan nash yang shahih atau tidak dan hal ini sudah pasti akan melahirkan pemahaman-pemahan sesat dan menyesatkan.Oleh sebab itu seperti yang kita lihat,Islam ini kini terbagi menjadi beberapa golongan dan kelompok.

Akankah Islam ini terbebas dari para hizbiyyun / kelompok? jawabannya adalah mustahil,karena Rasulalloh sendiri telah bersabda bahwa Islam ini akan terbagi menjadi 73 Golongan / Firqah dan hanya satu yang selamat yakni Al-Jama'ah (orang-orang yang istiqamah yang berpegang pada Al-Qur'an Sunnah dan pemahaman para sahabat juga para ulama salaf).

Sikap kita adalah menemukan Al-Jama'ah itu,apakah 'Al-Jama'ah' itu adalah mayoritas? minoritas? atau apa?

Temukan dengan hatimu saudaraku,APAKAH Al-Jama'ah firqah yang selamat itu yang telah Rasulalloh sebutkan diatas adalah firqah / golongan:

  • firqah yang berdendang dalam dakwah yang menghalalkan musik,tari bahkan group band?
  • firqah yang menghalalkan pesta ulang tahun sehingga bercampurnya laki-laki dan perempuan dengan busana muslim gaul mereka?
  • firqah yang berteriak-teriak dalam dzikir dan memajang poster atau foto ulama-ulama mereka,tak jarang dalam foto ulama-ulama mereka itu terlihat angkuh dengan pose yang dibuat-buat agar lebih berwibawa tanpa melihat bagaimana hukum dalam sebuah hadits tentang gambar bernyawa itu?
  • firqah yang menganggap semua golongan Islam itu sama,sedangkan kita tahu ada suatu golongan dalam Islam yang mencaci maki para sahabat?apakah firqah ini al-jama'ah yang dimaksud itu?
  • firqah yang difungsikan untuk memberontak pemerintahan dengan bom bunuh diri,dll?
  • firqah yang digunakan hanya untuk kebutuhan politik dan materialisitas?
  • firqah yang dalam dakwah mereka mencampuradukkan agama dengan seni,humor / lawakan dan bekerja sama dengan produk-produk haram melalui iklan yang sering dapat kita lihat di televisi-televisi?
  • firqah yang tak merasa iri dengan ke-istiqomah-an seorang mukmin dalam menjalankan agamanya secara kaffa (keseluruhan) namun justru sebaliknya menganggapnya sebagai pelaku Islam Fanatik?

Tentu seandainya pun Rasulalloh menyaksikan hal ini secara kasat mata,tentu beliau tidak akan ridho jika Islam ini kini telah banyak diselewengkan dan dipahami hanya dengan ukuran kebaikan semata.Sampai disini saudaraku,tentu engkau tahu mana firqah yang selamat itu,tentu bukanlah firqah-firqah yang tersebut diatas.

Karena sebuah kebaikan,agama Islam ini pada khususnya bukan didasarkan dan disandarkan pada kebaikan semata melainkan harus dengan ukuran Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama sesuai dengan pemahaman sahabat juga para ulama salafush shalih.

Kepala Dingin Seputar Islam Fanatik

Semua yang bersumber pada nash yang shahih sekuat tenaga kita amalkan paling tidak kita mengetahui pada garis lurus yang akan kita tempuh nanti saat kita kembali meniti dan istiqamah dalam Islam ini.
Apa yang para sahabat pahami dan lakukan,semaksimal kita lakukan dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah.

Contoh kecil dalam memahami pemahaman para sahabat adalah tentang bid'ah,bagaimana shalat tarawih dikatakan sebaik-baiknya bid'ah oleh Umar sahabat rasulalloh صلى الله عليه وسلم,bukankah setiap bid'ah itu sesat?
Jika hal ini hanya dipahami dengan taklid dan pemahaman sendiri maka shalat tarawih dapat hilang bahkan melampaui batas.

Sahabat nabi Umar r mengatakan:

Sebaik-baiknya bid'ah [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari 4/250
no.2010]

Ini yang dimaksud adalah shalat tarawih yang dilakukan sepanjang malam bulan ramadhan secara berjama'ah.
Jika bid'ah paling baik adalah hal tersebut,sedang shalat tarawih sendiri dilakukan para sahabat dan Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri juga melakukannya,engkau pasti tahu saudaraku bagaimana sesatnya bid'ah selain itu yang bahkan tidak ada contohnya sama sekali dari Nabi Muhammad dan para sahabat.

Banyak riwayat yang menjelaskan dan cukup memberi kita pelajaran bagaimana sesatnya bid'ah yang bertentangan dengan syari'at bahkan tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat dan diri Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri.

Saran untuk diri saya pribadi dan kita semua,tuntutlah ilmu syar'i dari buku,hadits,dan ulama-ulama yang istiqamah diatas sunnah,BUKAN ulama yang mengejar popularitas dan materialitas juga ulama yang hanya menuruti hawa nafsu mereka.

Jauhi bid'ah meskipun itu sebuah kebaikan,karena setiap kebaikan yang tidak didasarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah kita wajib untuk waspada dan lebih baik untuk menghindarinya.
Ingat saudaraku,bid'ah lebih disukai syetan daripada sebuah maksiat yang jelas-jelas itu sebuah dosa.

Sampai disini,kita tahu bahwa Islam yang sesuai syar'i TIDAK cukup hanya dengan bercadar,berjenggot,bercelana cingkrang namun berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan yang wajib,menjauhi yang haram dan menegakkan yang sunnah dengan pemahaman yang benar.

Islam Fanatik? tidak ada akhi,...

Salafy yang Asli,Salafi yang Mana?

Minggu, 12 Februari 2012 | komentar


Bismillah - Tak sepantasnya hamba yang minim ilmu syar'i ini membahas tentang 'Apa sih Sururiyyah,Ikhwanul Muslimin,Khawarij,Syi'ah,dll itu?' sebelum mengulas tentang 'Salafy yang Asli,Salafi yang Mana?' bahkan banyak kaum muslimin yang belum begitu mengerti dan paham betul dengan manhaj salaf turut menjadi bingung atas permasalahan ini.

Salafy manhaj yang haq saja belum mereka mengerti namun kini sudah ada fitnah diantara para ulama salafiyin di Indonesia,itulah perangkap syetan jika kita dalam menanggapi masalah ini hanya berdasarkan hati belaka dan menyampingkan dari sudut pandang Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama.

Sedikit kita kembali pada permasalahan 'apa sih dan seperti apa manhaj salaf atau salafy itu?',adalah suatu manhaj dan pemahaman dalam menerapkan ilmu syar'i sesuai dengan Al-Qur'an,Sunnah dan ijma' (kesepakatan para ulama).
Salafy itu sendiri berasal dari kata 'salaf' yang berarti 'yang terdahulu' yang memiliki arti pemahaman sesuai dengan Al-Qur'an,Sunnah (hadits shahih) dan ijma' (kesepakatan para ulama) serta mengusung pemahaman seperti pemahaman para sahabat nabi yang sudah dipraktekkan dihadapan Rasululloh صلى الله عليه وسلم,dan manhaj salaf yang asli adalah suatu manhaj yang mengatur hawa nafsu dan mencari keselamatan juga kebahagiaan dalam semua aspek kehidupan dunia dan untuk akhirat kelak.


Manhaj salaf akan benar-benar membawa Islam secara kaffah (keseluruhan),menerapkan Islam yang sudah sempurna ini dengan sebenar-benarnya,tanpa berbalut bid'ah,syirik,khurofat dan segala bentuk penyakit hati.Tidak ada lobang sedikitpun yang menimbulkan fitnah jika manhaj ini dijalankan secara kaffah dengan pemahaman yang benar.Karena manhaj salaf adalah penerapan secara kaffah dari Islam yang sudah sempurna ini,tak ada tambahan dan tak ada pula pengurangan.

Tapi perlu digarisbawahi bahwa bukan berarti orang yang mencoba berjalan diatas manhaj salaf ini telah sempurna tanpa dosa,karena mereka hanyalah manusia biasa yang tidak ma'sum (terbebas dari dosa) seperti nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Yang sangat disayangkan adalah adanya perpecahan diantara para da'i salafiyin yang mana hal ini adalah sebuah fitnah besar,begitulah panglima syetan jika sudah turun tangan untuk menggoda mereka agar senantiasa manhaj yang haq ini akan terhambat dalam penyebarannya.
Jika kita bertanya,jadi mana salafy yang asli? cukup mudah untuk menjawabnya,yakni manhaj salafi yang benar-benar berjalan diatas garis para ulama salaf.

Bagaimana jika para ulama salafpun berselisih seperti masalah yang akan kita bahas ini? jawabannya pun sangat mudah,yakni kita harus mengetahui siapa dan seperti apa sepak terjang mereka yang kita anggap sebagai ulama salaf tersebut.

Itu sebabnya,perlu dijelaskan mana ahlul bid'ah (ulama yang mengadakan hal-hal baru dalam agama namun tidak ada contoh dari nabi) dan mana yang benar-benar ulama yang menyerukan pada pintu-pintu surga ukan para ulama-ulama dan ustadz-ustadz yang justru mengantar pada pintu-pintu jahanam.

Perhatikanlah Hadits Shohiih Riwayat Imaam Al Bukhoory رحمه الله no: 3606 dari Hudzaifah Ibnul Yamaan رضي الله عنه berikut ini :


عن حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya:

Dari Hudzaifah bin Al Yamaan رضي الله عنه berkata, “ Orang-orang bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.“
Maka aku katakan, “Wahai Rosuulullooh, sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliyahan (kebodohan) dan kejahatan, lalu Allooh datangkan pada kami kebaikan (–Islam –pent) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya.”
Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Tetapi di dalamnya terdapat noda.”
Aku bertanya lagi, “Noda apakah itu?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. Maka barangsiapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan mencampakkannya pada jahannam itu.”
Aku bertanya lagi, “Wahai Rosuulullooh, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.”
Lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.”
Aku bertanya, “Apa yang kau perintahkan padaku, jika hal itu menimpaku?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Berpegang teguhlah dengan jama’ah muslimin, dan Imaam mereka (– kelompok yang berpegang teguh dengan Al Haq – pent).”
Aku bertanya, “Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya Imaam?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.”

Oleh sebab itu, perlu juga dijelaskan siapa khawarij (orang-orang yang melampaui batas - bom bunuh diri,dll),syi'ah (orang-orang yang mencaci maki para sahabat),ikhwanul muslimin (menyatukan umat Islam dan menyampingkan syari'at) dan kelompok-kelompok serta golongan-golongan juga sekte-sekte yang lain,perlu dijelaskan itu semua agar kita selamat dan tidak tersesat.

Kita lihat,pada awalnya mereka hanya melakukan bid'ah yang kecil dan ringan,namun saat bid'ah yang dulunya kecil itu menjadi besar dan membahayakan agama,siapa yang mau bertanggung jawab saudaraku?
Meskipun pahit,kemurnian Islam harus tetap terjaga,jika tidak,seperti saat inilah yang akan terjadi,misal;
  • Da'i diperlombakan di acara televisi hanya untuk sekedar hiburan,popularitas dan materialisitas.
  • Dakwah sudah disangkutpautkan demi kebutuhan politik.
  • Da'i sudah tak peduli dari mana mereka mendapat dana untuk mengelola yayasan-yayasan dan sekolah-sekolah mereka.
  • Da'i sudah mengabaikan untuk berhati-hati dalam 'duduk' bersama ulama ahlul bid'ah.
  • Orang-orang sudah menganggap hal yang wajar saat shalat mengenakan celana panjang ketat.
  • Da'i menjual agama hanya untuk kebutuhan dan profesi.
  • Hijab / jilbab yang hanya menutup kepala tanpa melihat dalil dan fungsi sebuah jilbab.
  • Banyak akhwat dan ikhwan yang meskipun berbalut hijab namun melakukan pacaran bahkan di tempat umum sekalipun.
  • Banyak masjid yang dijadikan lahan mendapatkan dana namun menghalalkan segala bid'ah,dan lain sebagainya.
Bagaimana semua itu bisa terjadi? sekali lagi jawabannya pun sangat mudah saudaraku,semua itu bisa terjadi karena masih banyak lubang-lubang dan cacat serta tidak aman dari dosa yang berasal dari pemahaman maupun manhaj yang salah.

Mereka lupa bahwasannya Islam ini diturunkan untuk memberantas kesyirikan,menegakkan tauhid dan membebaskan dari segala bid'ah,bukan hanya menyempurnakan akhlak dan persatuan semata.Jadi saudarakau,persatuan kaum muslimin harus diatas kebaikan,dan kebaikan harus didasarkan dengan Al-Qur'an dan Sunnah,karena banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mendapatkannya.

Berikut beberapa streaming audio yang saya edit dari nukilan ustadz Muhammad Umar As-Sewed dalam menukil perkataan Syeikh Rabi' dalam menyikapi para hizbiyyin (sururiyyah,khawarij,IM - ikhwanul muslimin,Syi'ah,dll) serta tokoh-tokoh mereka (kami ambil sebagian yang dirasa pokok dan inti dari kajian beliau,tanpa mengurangi maksud dan tujuan beliau - Insya Allah).

Akhir kata saya sebagai penulis memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas kesalahan dan dosa yang saya tidak sadari dan tidak saya ketahui dalam artikel singkat ini.Demmi Allah,saya mencari kebenaran yang haq yang mana dari artikel ini semoga bermanfa'at dan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Audio 1.
Audio 2.
Audio 3.
Audio 4.
Audio 5.
Audio 6.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger