Tampilkan postingan dengan label Ruang Abu Amanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Abu Amanda. Tampilkan semua postingan

Membongkar Makar : Menelanjangi Remaja Putri Indonesia?

Sabtu, 02 Maret 2013 | komentar

Mereka Berhasil Menelanjangi Remaja Putri Indonesia,Fakta!

Bismillah - siapa bilang menelanjangi (dalam arti sebenarnya pent-) para remaja putri Indonesia pada khususnya (ini berlaku kepada semua remaja putri anak cucu Adam Allaihi Salam) itu sulit?

Jika kita menyuruh mereka untuk telanjang,tentu hal itu adalah tindakan konyol dan justru akan terlontar kata dari mulut mereka 'apa kamu sudah gila?'
Tapi bagaimana proses 'penelanjangan masal' yang terjadi akhir-akhir ini,pada setiap muslim remaja putri di negara Indonesia,yang mana kejahilan tersebut dianggap sebagai kemajuan dalam fashion?

Mewujudkan syahadat bukan hal yang mudah,itulah sebabnya tujuan utama Islam diturunkan adalah untuk men-Tauhid-kan Sang Pencipta dengan jalan yang diridhai-Nya.Termasuk dalam praktek kehidupan sehari-hari baik dalam bermuamalah termasuk dalam 'berhias diri'.

Mungkin kita sudah tak asing melihat pemandangan 'penelanjangan masal' ini,justru kita akan asing melihat seorang remaja putri yang pada zaman serba fitnah ini senantiasa berhijab syar'i.

Membongkar Makar : Bagaimana Mereka Menelanjangi Remaja Indonesia? ini penulis ambil dari sumber nyata dalam sepak terjang mereka (baca:pembuat makar) melalui analisa yang real dan terbukti nyata.

Antara Remaja,Standard dan Pubertas

1.Setiap remaja akan menemui masa dimana mereka mencari identitas diri,disini termasuk dalam menghias diri (penampilan)
2.Media telekomunikasi,adalah salah satu alat yang jitu dalam melancarkan aksi makar mereka.
3.Ideologi,termasuk penggeseran norma melalui wadah-wadah pendidikan.
4.Idola,adalah kiat mereka dalam menciptakan tokoh 'pujaan' melalui karya fiktif dan dunia musik.
5.Zaman,istilah inilah yang menjadi tolok ukur para remaja dalam 'mengenali' peradaban baru.
1.Setiap remaja akan menemui masa dimana mereka mencari identitas diri,disini termasuk dalam menghias diri (penampilan)

Hampir semua manusia yang pernah memasuki masa remaja,mereka akan mencari identitas diri dalam usia antara 12-20 tahun,dan hal ini sangat dimanfaatkan benar oleh mereka para pemuja hawa nafsu dalam melancarkan sebuah mega bisnis.
Para remaja dalam usia seperti itu mudah sekali terobsesi pada hal-hal yang menurut mereka 'keren'.
Standard keren inilah yang mereka(baca:pembuat makar) ubah sedemikian rupa sehingga dapat menelanjangi para remaja putri dalam usia pubertas,tentu tujuan utamanya adalah sebuah mega bisnis yang telah disebutkan seperti diatas.

2.Media telekomunikasi,adalah salah satu alat yang jitu dalam melancarkan aksi makar mereka.
Tidak sadarkah kita,banjirnya video-video amatir narsis anak remaja Indonesia di internet adalah akibat media baik dari televisi maupun bersumber dari dunia internet itu sendiri,yang terus memberikan distribusi perusakan moral.
Hal ini menciptakan generasi remaja yang exibisionis,yang mana mereka para remaja putri kita sudah tak memiliki rasa malu sehingga mudahnya meng-upload/mengunggah video maupun photo setengah telanjang mereka.

Media lain yaitu sebuah distribusi 'fashion' melalui berbagai majalah/magazine yang dari hari ke hari para pembuat makar ini menciptakan sebuah fashion item yang sangat jahil dan tak ubahnya seperti jaman jahiliyah.
Apa yang terjadi saudaraku?
Remaja dengan pubertasnya akan menggeser standar keren mereka pada item-item fashion yang mendekati 'telanjang' namun dianggap sebuah kemajuan dalam penampilan.
Siapa yang diuntungkan dalam bisnis ini?

3.Ideologi,termasuk penggeseran norma melalui wadah-wadah pendidikan.
Tidak akan berdiri sebuah toko busana dengan mayoritas item-nya adalah 'pakaian dalam'(pakaian luar tapi layaknya untuk pakaian dalam) pada suatu negeri,jika negeri tersebut melarang keras para wanitanya berbusana mini.
Bagaimana langkah mereka(baca:pembuat makar)?
Benar saudarakau,mereka mengubah ideologi remaja kita.Mereka tanamkan standar gaul ini dengan acara-acara perusakan moral melalui media-media yang sudah disebutkan tadi.
Hal ini akan memaksa para remaja mencari item 'pakaian dalam' untuk mereka berhias,dan seperti yang kita lihat,rok mini dan hotpant laku keras!
Sekali lagi,siapa yang diuntungkan dalam bisnis ini?

4.Idola,adalah kiat mereka dalam menciptakan tokoh 'pujaan' melalui karya fiktif dan dunia musik.

Kadang saya berfikir,mungkin suatu saat nanti jika para artis 'penjual jasad' yang mereka jadikan idola mengenakan pakaian dari kulit pisang yang hanya menempel pada bagian vitalnya saja,remaja kita pun akan mengikutinya.
Ya,cukup Rasululloh yang harus kita jadikan idola,adakah manusia yang lebih mulia dari Beliau saudaraku?

Berbagai hiburan dan penciptaan sebuah figur baik seorang musisi maupun artis yang memperkenalkan fashion item 'norak' yang dikenakannya,tak jarang menjadi standar pakaian gaul dan diikuti oleh para remaja kita.
Akankah mereka(baca:pembuat makar) peduli dengan berbagai pelecehan yang kerap terjadi akibat berbagai 'inovasi' yang mereka ciptakan?

5.Zaman,istilah inilah yang menjadi tolok ukur para remaja dalam 'mengenali' peradaban baru.
Pernahkah mendengar istilah 'lain dulu lain sekarang'?
Zaman sudah berubah,kata mereka.Tapi tak terniangkah dalam benak kita bahwa apa yang selama ini mereka anggap kemajuan zaman ini merupakan sebuah tindakan kembali pada masa jahiliyah?

Sampai disini,semoga bisa membuka mata kita sekaligus menjadi renungan tentang pentingnya sebuah arti penampilan para remaja putri di Indonesia,kita adalah umat yang santun saudariku,umat yang senantiasa menghargai alam dan sesamanya.Jaukan dari fitnah,karena sebaik-baiknya wanita adalah yang tinggal dirumahnya.

Pemahaman yang Berbeda lebih Berbahaya daripada Pemahaman yang Keliru

Rabu, 24 Oktober 2012 | komentar


Bismillah - seperti yang kita tahu,begitu banyaknya aliran-aliran dalam agama namun menisbatkan dalam satu agama yakni Islam.
Pertanyaannya adalah mengapa Islam terpecah belah?

-Bukankah Islam ini adalah agama yang membawa Rahmat?
-Bukankah setiap tujuan UTAMA seorang muslim adalah akhirat?
-Bukankah Islam ini diperuntukkan untuk semua umat manusia baik yang jenius maupun bodoh,yang kaya maupun yang miskin?
-Dan bukankah Islam ini sudah SEMPURNA?
-Lalu mengapa harus terpecah belah?

Jawabannya adalah karena KEJAHILAN dan PEMAHAMAN YANG BERBEDA serta PERAN KAUM KUFFAR dalam MEMERANGI ISLAM.

-Kejahilan,ini mencakup ketidaktahuan dan penafian (penolakan karena bertentangan dengan hawa nafsunya)
-Pemahaman yang berbeda,ini mencakup masalah 'pengesahan' sebuah syari'at Islam yang hanya didasarkan pada taklid,golongan,kelompok dan fanatisme.
-Dan peran kaum kuffar ini mencakup pada praktek mereka dalam berpura-pura masuk Islam lalu merusak Islam dari dalam.

Kita kembali pada tujuan Islam diturunkan,

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembahKu”

(QS. Adz Dzariyat : 56)

Dalam hadits yang Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam meriwayatkan dari Rabbnya :

قال الله تعالى أنا أغنى الشركاء عن الشرك من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته وشركه

“Allah Ta’ala berkata sesungguhnya Aku tidaklah butuh sekutu-sekutu dari kesyirikan, barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan, ia berbuat syirik bersamaku pada amalan tersebut dengan selainKu, Aku tinggalkan ia dan sekutunya”

(HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, fi kitabiz zuhdi war raqa’iq)

Semua ulama telah ijma' (bersepakat) bahkan telah shahih dari assunnah bahwa tafsir dari ayat tersebut adalah 'perintah Tuhan bahwasannya manusia diciptakan hanya untuk menyembah-Nya dengan menjalankan aspek kehidupan didasarkan pada apa yang telah shahih disampaikan utusan-Nya'

Aspek kehidupan yang dimaksud adalah sebuah penerapan 'gaya hidup maupun cara bertahan hidup seorang hamba'.
Dan hal ini membutuhkan sebuah 'pengorbanan' seorang hamba bagi mereka yang ingin tetap istiqomah dalam menerapkan agama yang telah diyakininya.

Namun,yang terjadi bahkan dari zaman nabi terakhir pun yang sudah berlalu beberapa abad hingga sekarang,sebagian besar kaum muslimin hanya MENERAPKAN SEBAGIAN DAN MENAFIKAN SEBAGIAN.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Ya,jawabannya adalah karena HAWA NAFSU.

Sebuah penafian,penolakan pasti didorong oleh faktor hawa nafsu ini,jarang sekali kaum muslimin yang benar-benar sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat).
Lalu faktor apa yang menyebabkan sami'na wa atha'na ini tak dapat sepenuhnya diterapkan?

Betul akhi,faktor apa yang menyebabkan sami'na wa atha'na ini tak dapat sepenuhnya diterapkan diantaranya adalah; karena usaha memadukan Islam agar selaras dengan gaya hidup yang sekarang sudah didominasi kaum kuffar.

Percayalah akhi,bahwasannya Islam akan selalu bertentangan dengan gaya hidup kaum kuffar,yang mana mereka cenderung menawarkan 'kesejahteraan' hidup di dunia namun sejatinya meracuni kehidupan kita untuk bekal di akhirat nanti.

NAMUN,para (maaf) kaum munafikun,mereka seolah ingin menjadi 'pahlawan Islam' dengan memperjuangkan agar islam selalu selaras dengan jaman.
Dari sini akan menimbulkan pemahaman baru tentang ISLAM YANG sebenarnya SUDAH SEPURNA INI,hingga pada merubah pemahaman tentang Islam yang shahih,pengesahan sebuah bid'ah dan yang paling mengerikan adalah sampai pada tingkat penafian sebuah hadits yang shahih.

Hingga muncul berbagai kelompok-kelompok Islam seperti JIL,LDII,HT,JT,IM dan lain sebagainya.
BUKANKAH ISLAM INI SATU ???

Untuk memahami Islam secara benar,bukankah TIDAK semua orang bisa memahami Islam ala sufi,khawarij,murji'ah,bathiniyyah,mu'tazillah,dan lain sebagainya????
APAKAH ISLAM INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI MEREKA YANG PANDAI saja???

Seharusnya Islam ini untuk semua bukan ???
Tapi ketahuilah saudaraku,semua orang bisa mempelajari Islam yang 'wajar' yaitu Islam yang sesuai dengan pemahaman para sahabat yang disampaikan oleh Rasululloh.Dan Islam yang benar tentu dapat diterima oleh semua orang baik yang pandai maupun yang bodoh,Islam itu mudah!

Jika kita perhatikan,hampir semua terbentur pada satu permasalahan saat seseorang ingin istiqamah terhadap Islam kaitan dengan gaya hidup di sebuah jaman,diantaranya adalah syubhat bahwasannya 'Islam jika seperti itu tidak cocok dengan jaman yang seperti ini'.
Ketahuilah akhi,memang inilah tujuan utama Iblis dari jaman nabi Adam beberapa abad yang lalu hingga dapat membuahkan hasil pada jaman berikutnya seperti jaman yang kita alami saat ini,yakni menghapuskan tauhid dan menyesatkan manusia dengan berbagai cara.

Lihat saudaraku!!!!

-Fenomena riba sudah menjadi jantung bisnis dan usaha.(bank,developer,yayasan tenaga kerja,dll)
-Pengalihan pandangan dalam menyikapi wanita yang bertelanjang.(lihat ; hampir semua jenis usaha menggunakan figur seorang wanita bertelanjang,pengesahan rok/pakaian mini dalam k-pop,presenter sebuah berita televisi swasta maupun presenter dalam program hiburan,iklan,sales,dsb)
-Standard sukses adalah kekayaan dan jabatan,standard pintar,pandai dan jenius adalah ahli duniawi.(dokter,psikolog,sastrawan,budayawan,politikus,profesor,dll)
-Budi pekerti dan akhlak hanyalah pelajaran dongeng yang sudah dianggap usang.(lihat remaja kita,rentang dengan provokasi,menuhankan kelompoknya bahkan free sex adalah sebuah budaya normal)
-Ghibah,gossip sudah menjadi 'surat kabar' bagi kalangan ibu-ibu tanpa merasa telah lepas dari Islam.(pancingannya kena!,iblis telah menang pent-)

Metode iblis dalam menciptakan 'Membuat Kerusakan > Melihat Reaksi Public > Memberikan Solusi' sudah menjadi kitab suci.(pengikut iblis yang bernaung atas nama Islam)

Oleh karena itu,artikel ini dipublikasikan yang bertujuan untuk sejenak membuka mata hati kita dan kembali merenungkan 'agama' apa yang sebenarnya sedang kita anut.

JIKA PEMAHAMAN KELIRU SEHINGGA MEREKA MENOLAK ISLAM,TIDAK LEBIH BERBAHAYA DARIPADA PEMAHAMAN YANG BERBEDA NAMUN MENGATASNAMAKAN ISLAM SEBAGAI AGAMANYA.

Satu-satunya pemahaman yang benar adalah pemahaman para sahabat Rasululloh,yang telah dipraktekkan langsung di hadapan Rasululloh,yang hanya bisa kita dapat dari do'a dan belajar ilmu yang syar'i.

**Ingatlah kematian,bukan kematian yang menunggu kita,melainkan kita yang menunggu kematian itu datang.

(Selesai) Illuminati,Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666,Ufo di Mata Salafy

Jumat, 12 Oktober 2012 | komentar

Bismillah - alhamdulillah,hanya karena atas izin dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala,penulis dapat melanjutkan kembali dalam melanjutkan pembahasan sesi terakhir seputar Dajjal,Freemasonry,illuminati,SatAnic,Lucifer,666,UFO dan Illuminati.
Semua disandarkan menurut Al-Qur'an dan Assunnah,bukan sekedar pemahaman,perkiraan,prasangka,syubhat maupun campur tangan sebuah kelompok atau golongan.

Setelah pada artikel ke-3 pada tema ini beberapa waktu yang lalu,kita mendapatkan kesimpulan bahwasannya:

-Fenomena illuminati,freemasonry,satanic,lucifer,666 dan sejenisnya hanyalah sebuah praktek kaum kuffar dalam mengabdi kepada iblis,sedang kita tahu bahwa kaum muslimin sudah dijelaskan baik dalam Al-Qur'an dan Sunnah bahwa iblis (syetan) adalah musuh yang nyata.

-Praktek 'konspirasi dan propaganda' ini sangat rentan menggiring kita pada bentuk kesyirikan dan bid'ah.

-Fenomena tersebut juga merupakan fitnah,sehingga hanya akan diikuti oleh para kaum kuffar,munafikun dari para kaum muslimin dan muslim yang sudah mulai terkikis ke-tauhid-annya.

-Dajjal bukan sebuah simbol atau bentuk propaganda maupun konspirasi,melainkan Ad-Dajjal adalah seorang pemuda dari bani adam,lelaki,berbadan besar,pendek,berambut keriting,buta mata sebelah kanan,dan ciri-ciri fisik yang lain seperti yang sudah dibahas pada artikel ke-3.

-UFO,jin? manusia? atau apa? ada dan benarkah keberadaannya?,
Ketahui dan yakinlah bahwa dalam Al-Qur'an,Allah subhanahu wa ta'ala hanya menyebutkan adanya manusia,malaikat,jin,hewan dan tubuh-tumbuhan.Adapun pengetahuan selain itu adalah bukan hak kita lagi,kendati demikian Allah subhanahu wa ta'ala maha mengetahui atas segala sesuatu.

-Dengan adanya 'makar' mereka telah jelas bahwasannya para kaum muslimin saat ini diambang sebuah fitnah yang sangat besar,meskipun pada saat artikel ini dipublikasikan,fitnah besar tersebut bukan fitnah dari Dajjal.

-Kenali diri kita,agama kita (Allah dan Rasul-Nya),manhaj kita,tujuan hidup kita,serta siapa yang telah menciptakan dan untuk siapa kita telah diciptakan.

-Praktek 'makar 'mereka justru memberitahukan dan membenarkan Al-Qur'an,bahwa mereka kaum kuffar tidak akan berhenti 'mendzalimi' kaum muslimin sampai kaum muslimin tersebut mengikuti mereka.

-Bentuk penyimpangan seperti Zodiak,Primbon,Dukun Ramal,Santet (Guna-guna termasuk susuk,penglaris pent-),dan sejenisnya,kaum muslimin yang berakal tentu sudah menganggap hal tersebut adalah jahil dan kufur,namun justru yang seharusnya kita tinggalkan dan harus lebih menjadi perhatian kita adalah bentuk syirik 'tersembunyi' yang akan menggiring kita pada kesyirikan yang nyata.

-Jangan menelan mentah-mentah sebuah berita dari berbagai media terutama televisi dan dalam dunia internet,perlu dikaji kembali dan wajib disandarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah yang shahih.

-KETAHUILAH SAUDARA SAUDARIKU!!!,hampir seluruh tayangan televisi saat ini,TERKHUSUS dalam berbagai program-program hiburan (baik untuk dewasa dan anak-anak pent-),adalah bentuk 'CUCI OTAK' dalam usaha meninggalkan Islam yang kaffah.Waspadalah!!!

Untuk edisi berikutnya,penulis mengajak para pembaca yang budiman untuk menanggapi beberapa testi yang masih berkaitan dengan 'fitnah',akan kita bahas satu persatu juga akan kami sediakan pula ruang komentar dibawah setiap artikel yang akan dipublikasikan ini,diantara yang akan dibahas nanti adalah seputar;

1.Pemahaman yang berbeda lebih berbahaya dari pada pemahaman yang keliru.

2.Berbagai aksi dalam menghadapi bentuk 'provokasi' seperti reaksi menghadapi penghinaan nabi dalam film dan karikatur adalah bukti lemahnya iman Islam.

3.Para penghujat manhaj salaf yang dilakukan oleh beberapa 'pihak' yang 'mengatasnamakan' atau memang dari dalam tubuh Islam itu sendiri,adalah bukti nyata sesatnya sebuah bid'ah meskipun itu dipandang sebuah kebaikan.

4.Fitnah yang menggelikan adalah fitnah dari penisbatan bahwa 'salafy adalah sesat','salafy palsu','salafy wahaby'.

5.Orang yang saat ini terpedaya adalah orang yang belum menyadari bahwa sesuatu yang haq hari ini sebagian besar telah menjadi baatil dan yang baatil telah menjadi haq.

6.Doktrin dan dilema antara Bom,Teroris dan Islam.

7.Islamphobia,istilah sekarang dalam usaha meninggalkan ilmu syar'i.

Insya Allah.

Illuminati,Ad-Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666 di Mata Salafy (Bag.3)

Selasa, 11 September 2012 | komentar



Sambungan Bag.1
Sambungan Bag.2

Adapun fitnah dajjal yang tersebar dalam 'propaganda dan konspirasi' terkhusus dari berbagai media berita dumay (dunia maya pent-),bukanlah dajjal yang dimaksud oleh Rasululloh dan belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan dahsyatnya fitnah dajjal nanti.

Hati-hati Konspirasi & Propaganda Menuntun pada Kesyirikan dan Bid'ah!

Bismillah - tidak ada salahnya memang berbicara dan mewaspadai 'konspirasi dan propaganda' para pengikut syetan laknatulloh,akan tetapi hendaknya kita selalu ingat pada 'garis lurus' sehingga akan membentengi kita dari berbagai fitnah di dunia.

Al-Qur'an dan Sunnah sudah menjelaskan dan memperingatkan kita akan apa yang akan terjadi dikemudian hari,kendati demikian banyak manusia bahkan kaum muslimin itu sendiri tak mengindahkannya.

Mereka,para pengikut syetan dari golongan jin dan manusia sampai datangnya hari kiamat kelak akan terus menggoda orang-orang beriman,jika saat ini kita mengharapkan dunia ini damai sentosa maka itu adalah mustahil.

Al-Qur'an dan Assunnah sudah cukup jelas memberitahu tentang apa yang akan terjadi di bumi yang kita pijak ini,dunia belum akan menemukan kedamaian dalam Islam sebelum matinya Dajjal.
Sedang saat ini dajjal belum keluar,meskipun dajjal sudah berada dibumi ini dan terbelenggu sejak waktu yang lama.
Fitnah dajjal sangatlah dahsyat dan tanda-tanda datangnya dajjal merupakan tanda-tanda datangnya kiamat,:

Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam dua tempat (no. 3340 dalam Kitabul Manaqib dan no. 6588 dalam Kitab Al-Fitan) dan Muslim rahimahullahu dalam dua tempat (no. 8 dalam Muqaddimah dan no. 5205 dalam Kitab Al-Fitan Wa Asyrathis Sa’ah) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:


لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ يَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ فَيَفِيْضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ عَلَيْهِ فَيَقُوْلَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ: لاَ أَرَبَ لِي بِهِ؛ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ؛ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ يَعْنِي آمَنُوا أَجْمَعُوْنَ فَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيْمَانِهَا خَيْرًا


Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang, semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: ‘Saya tidak membutuhkannya’; orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: ‘Aduhai jika saya berada di sana’; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya).

Dan ketahuilah saudaraku,dajjal sesungguhnya adalah buta mata sebelah kanannya,
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:


قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ


Rasulullah berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya, tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya. Ketahuilah dia itu buta sebelah, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.
(HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim no. 2930)

Adapun fenomena 'illuminati,freemasonry,satanic,lucifer,666,dajjal piramida bermata satu,dan sejenisnya' bukanlah fitnah dajjal yang telah Rasululloh sampaikan.

Dajjal bukanlah sebuah simbol maupun 'konspirasi ataupun propaganda'.
Rasululloh telah menggambarkan bentuk fisik dajjal:

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ


Dia adalah seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya, hilang cahaya matanya, seakan-akan aku menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan.
(HR. Muslim: 2937)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمُ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ حُبُكٌ -ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- وَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ؛ فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا لَكِنَّ رَبَّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْهِ أَنَبْنَا نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ


Nanti akan ada pendusta yang menyesatkan, rambut di belakangnya hubukun (keriting seperti terjalin/dipintal) –beliau ucapkan tiga kali–. Dia akan berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’. Barangsiapa yang berkata: ‘Engkau bukan Rabb kami. Rabb kami adalah Allah, kepada-Nyalah kami bertawakal dan kepada-Nyalah kami kembali. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatanmu’, niscaya Dajjal tak mampu mengalahkannya.
(Ash-Shahihah no. 2808)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ


Sesungguhnya Dajjal buta matanya yang kanan, matanya seperti anggur yang menonjol.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2932)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؛ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ


Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh seorang nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka, aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

هُوَ أَعْوَرُ هِجَانٌ كَأَنَّ رَأْسَهُ أَصَلَةٌ، أَشْبَهُ رِجَالِكُمْ بِهِ عَبْدُ الْعُزَّى بْنُ قَطَنٍ فَإِمَّا هَلَكَ الْهُلَّكُ فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ


Dajjal matanya buta sebelah, kulitnya putih. ” (Dalam satu riwayat): “Kulitnya putih seperti keledai putih. Kepalanya kecil dan banyak gerak, mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Jika ada orang-orang yang binasa (mengikuti fitnahnya), ketahuilah Rabb kalian tidaklah buta sebelah.
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih menurut syarat Muslim, Ash-Shahihah, no. 1193)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر


Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Dia buta, pendusta. Ketahuilah dia buta, adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal :ك ف ر -yakni: kafir.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)

Dari ‘Umar bin Tsabit Al-Anshari rahimahullah, beliau mendapatkan berita dari sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya pada suatu hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata memperingatkan manusia dari Dajjal:

إِنَّهُ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ


Sesungguhnya tertulis di antara dua matanya ك ف ر, akan bisa membacanya orang yang membenci amalannya -atau akan membacanya semua mukmin.
(HR. Muslim)

Dalam satu riwayat dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:

يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ


Akan bisa membacanya semua mukmin yang bisa menulis ataupun tidak.
(HR. Muslim, 2934/105)

Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang jahat. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، فَقَالَ لِي: مَا يُبْكِيْكِ؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَكَرْتُ الدَّجَّالَ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَيٌّ كَفَيْتُكُمُوْهُ، وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِي فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ فِي يَهُوْدِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِيْنَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ، فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا


Rasulullah masuk ke kamarku dalam keadaan aku sedang menangis. Beliau berkata kepadaku: ‘Apa yang membuatmu menangis?’ Aku menjawab: ‘Saya mengingat perkara Dajjal maka aku pun menangis. ‘ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Jika dia keluar sedang aku masih berada di antara kalian niscaya aku akan mencukupi (melindungi) kalian. Jika dia keluar setelah aku mati maka ketahuilah Rabb kalian tidak buta sebelah. Dajjal keluar bersama orang-orang Yahudi Ashbahan hingga datang ke Madinah dan berhenti di salah satu sudut Madinah. Madinah ketika itu memiliki tujuh pintu, setiap celahnya ada dua malaikat yang berjaga. Maka keluarlah orang-orang jahat dari Madinah mendatangi Dajjal ….
(HR. Ahmad, Abdullah bin Ahmad, Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih)

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2934) dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ


Dajjal adalah buta sebelah kiri, sangat keriting rambutnya, dan bersamanya surga dan neraka. Namun nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.

Berita tentang munculnya Dajjal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib diimani dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dengan terang dan jelas yang tidak butuh penakwilan apapun, di antaranya:
1. Dia dari Bani Adam
2. Laki-laki
3. Pemuda
4. Pendek
5. Berkulit merah
6. Keriting rambutnya
7. Dahinya lebar
8. Lehernya lebar
9. Matanya buta sebelah kanan
10.Tertulis di antara dua matanya ك ف ر (yang bermakna kafir)
11.Tidak berketurunan
12.Pada matanya sebelah kiri terdapat daging tumbuh.
Sifat-sifat di atas disebutkan di dalam banyak hadits baik dalam Ash-Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim) atau selain keduanya.
Perhatikan hadits berikut:

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu (no. 6484) dan Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 246) dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَيْنَ ظَهْرَانَيِ النَّاسِ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ أَلاَ إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ. قَالَ: وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَرَانِي اللَّيْلَةَ فِي الْمَنَامِ عِنْدَ الْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ كَأَحْسَنِ مَا تَرَى مِنْ أُدْمِ الرِّجَالِ تَضْرِبُ لِمَّتُهُ بَيْنَ مَنْكِبَيْهِ، رَجِلُ الشَّعْرِ يَقْطُرُ رَأْسُهُ مَاءً، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ وَهُوَ بَيْنَهُمَا يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالُوا: الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ. وَرَأَيْتُ وَرَاءَهُ رَجُلاً جَعْدًا قَطَطًا أَعْوَرَ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَشْبَهِ مَنْ رَأَيْتُ مِنْ النَّاسِ بِابْنِ قَطَنٍ، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ. فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوا: هَذَا الْمَسِيْحُ الدَّجَّالُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pada suatu hari di tengah keramaian tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, dan ketahuilah Al-Masih Ad-Dajjal adalah buta mata sebelah kanannya, seperti buah anggur yang menonjol.” Ibnu ‘Umar berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Diperlihatkan dalam mimpiku pada suatu malam ketika aku berada di Ka’bah, kemunculan secara tiba-tiba seseorang dari Bani Adam yang terlihat sangat bagus, berkulit sawo matang dari Bani Adam, rambutnya tersisir di antara kedua pundaknya, dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas dua pundak dua lelaki dan dia melaksanakan thawaf di antara keduanya aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka berkata: ‘Al-Masih bin Maryam.’ Dan aku melihat di belakangnya ada seseorang yang sangat keriting rambutnya dan buta matanya sebelah kanan dan serupa dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan tangannya di atas pundak dua laki-laki dan thawaf di Ka’bah. Lalu aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adalah Al-Masih Ad-Dajjal’.

Fitnah dajjal sungguh dahsyat hingga manusia tak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah,bahkan 'munafikun' dari kaum muslimin pun dapat menjadi pengikutnya.

Rasulullah telah bersabda:


يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ


Yang akan mengikuti Dajjal adalah Yahudi Ashbahan dan 70.000 dari mereka memakai pakaian yang tebal dan bergaris.” (HR. Muslim no. 5237 dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)

Untuk lebih rinci tentang fitnah dajjal yang sebenarnya simak berikut ini:

1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya.

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعْرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ


Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.
(HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ.


Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak. ‘ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….
(HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali.
(HR. Muslim, 2938/113)

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan.

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ


…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….
(HR. Muslim no. 2937)
Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta.

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُوْلُ لَهَا: أَخْرِجِي كُنُوْزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوْزُهَا كَيَعَاسِيْبِ النَّحْلِ


…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu. ‘ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.
(HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّهُ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ وَنَهْرٌ وَمَاءٌ وَجَبَلُ خُبْزٍ وَإِنَّ جَنَّتَهُ نَارٌ وَنَارَهُ جَنَّةٌ


. Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.
(HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

إِنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ وَإِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً فَنَارٌ تُحْرِقُ وَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَارًا فَمَاءٌ بَارِدٌ عَذْبٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَقَعْ فِي الَّذِي يَرَاهُ نَارًا فَإِنَّهُ مَاءٌ عَذْبٌ طَيِّبٌ


Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.
(HR. Muslim no. 2935)
Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluarnya Dajjal dengan membawa fitnah yang demikian dahsyat, hendaknya ia mengamalkan beberapa sebab untuk menjaga dirinya dari Dajjal dan fitnahnya.

Di antara amalan tersebut:

1. Minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan fitnahnya, memperbanyak minta perlindungan darinya terutama setelah tasyahud akhir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ


Jika salah seorang kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara: ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah waktu hidup dan waktu mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal’.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ


Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, akan terjaga dari fitnah Dajjal.
(HR. Muslim)

3. Menjauhinya, tidak mendatanginya kecuali seorang yang yakin tak akan terkena mudarat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ مِنْهُ فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَلاَ يَزَالُ بِهِ لِمَا مَعَهُ مِنْ الشُّبَهِ حَتَّى يَتَّبِعَهُ


Barangsiapa mendengar (keluarnya) Dajjal hendaknya menjauh darinya. Demi Allah, sungguh ada seorang yang mendatanginya merasa dirinya beriman tapi kemudian mengikuti Dajjal dikarenakan syubhat-syubhat yang dilontarkan Dajjal.
(HR. Ahmad)

4. Tinggal di Makkah dan Madinah

Karena keduanya adalah negeri yang aman tak bisa dimasuki Dajjal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّيْنَ يَحْرُسُوْنَهَا


Tidak ada satu negeri pun kecuali akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Dia tidak mendapati celah/ jalan masuk kecuali padanya ada malaikat yang berbaris menjaganya.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Dan termasuk yang terjaga dari Dajjal juga adalah Masjidil Aqsha serta bukit Tursina (dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban sebagaimana dalam Qishshatu Masihid Dajjal)
Adapun fitnah dajjal yang tersebar dalam 'propaganda dan konspirasi' terkhusus dari berbagai media berita dumay (dunia maya pent-),bukanlah dajjal yang dimaksud oleh Rasululloh dan belumlah apa-apa jika dibandingkan dengan dahsyatnya fitnah dajjal nanti.

Jika fitnah dalam 'konspirasi dan propaganda' kaum kuffar saat ini masih bisa kita pilah mana yang benar dan mana yang salah,fitnah dajjal lebih dahsyat daripada itu.
Kita bermohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa terhindar dari berbagai fitnah syubhat maupun fitnah syahwat.

Maukah Saudara Menyembah Berhala?

Maukah Saudara Menyembah Berhala?
Seorang anak sd kelas 5 pun yang sudah ditanamkan pemahaman tentang ilmu agama Islam (pada umumnya pent-) pasti tidak mau untuk 'menyembah berhala',ya,karena itu adalah bentuk dzohir dari perwujudan suatu perintah.
Namun siapa yang tahu,dengan 'makar' para penganut agama syetan dapat mengubah 'pandangan' dan pemahaman yang baathil menjadi haq.

Kita lihat,anak-anak di jaman ini tidak menyadari apa yang sesungguhnya mereka telah sembah dan bela.

Para remaja telah menyembah Blackberry,iPad,Play Station,TV dan sejenisnya.
Para anak-anak dan remaja tak sadar telah membela dan menyembah acara bersepeda,balap liar,modifikasi kendaraan,langganan sinetron (termasuk film pent-),musik,band dan gaya hidup yang berlebihan lainnya.
Para remaja kita telah menyembah Komputer,Google,Facebook,Twitter dan sejenisnya.
Para remaja kita telah menuhankan HAM,Gaya hidup kaum kuffar,dll

Bukan dalam arti sebenarnya,menyembah disini bermakna 'membela' maupun 'mendahulukan',dan memang inilah yang sebenarnya diinginkan oleh iblis.

Demikian juga dengan 'teror' dari propaganda juga konspirasi yang marak di tahun 2012,jangan sampai membutakan mata kita dalam belajar ilmu sunnah.
Seperti klaim adanya UFO yang mereka bilang adalah peradaban 'luar angkasa',kita tidak pernah tahu,bagaimana jika 'kendaraan' seperti itu sebenarnya adalah ciptaan manusia itu sendiri?

'Teror' seperti Illuminati,Freemason,Lucifer,Satanic,666,UFO jika ditelusuri akan memberikan sebuah kesimpulan yang rancu dan rentan menuntun kita pada bid'ah,karena akan menggiring pada pengesahan sebuah bid'ah.
Hal ini juga akan menggiring kita pada kesyirikan,karena seolah-olah apa yang akan terjadi dapat ditentukan oleh sebuah organisasi.

Illuminati,Freemason,Lucifer,Satanic,666,UFO dan sejenisnya (meskipun 'keberadaan' organisasi ini memang ada pent-) hanyalah sebuah teror yang berusaha mengendorkan nyali kaum muslimin.

Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan dan izin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Illuminati,Ad-Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666 di Mata Salafy (Bag.2)

Selasa, 04 September 2012 | komentar


Sambungan Bag.1

Konspirasi Illuminati Bukanlah Dajjal yang Rasululloh Maksudkan!

Katakan sebuah film 'box office' dari 'FOX 20th Century',sebuah kata dan nama'fox' yang konon dijadikan sebuah 'trik' dalam melancarkan operasi mereka sebagai pengikut dan penyembah 'Lucifer' (nama syetan yang mereka jadikan tuhan secara terang-terangan) - (karena apa dan siapapun yang dianggap manusia adalah Tuhan,selain Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mereka -manusia- sembah adalah syetan pent-).

Tak hanya itu saja,dalam setiap adegannya,tak jarang dijumpai simbol-simbol 'Illuminati - Freemason' seperti segitiga dengan mata didalamnya,pentagram,dan semacamnya dalam beberapa film hollywood seperti hacker,matrix dan masih banyak lagi.

Bahkan,parahnya,beberapa pihak menyatakan simbol sebuah partai besar di negara RI ini ada kaitannya dengan 'organisasi syetan' illuminati ini,diantaranya dengan simbol yang diciptakan dengan membuat pola segitiga dengan kedua tangan mereka.

Dari dunia hiburan dan bisnis pun seperti logo Procter and Gamble,Bechtel,Vodafone,Alfa Romeo,Walt Disney,Gucci Logo,AOL (America On-Line),dan masih banyak lagi.

Kata 'fox' yang diidentikkan dengan angka '666' yang kini menjadi sebuah fenomena propaganda kaum kuffar yang dilancarkan untuk menyerang akhlak manusia dan mengikis ketauhidan mereka.

Beberapa film dari Indonesia pun tak luput dari sorotan tentang hal-hal yang berbau 'illuminati' ini,seperti dalam film Kala (2007),Rumah dara (2009),Pintu Terlarang (2009),dan masih banyak lagi,yang mengandunng unsur dan simbol2 illuminati didalamnya.

Tak lepas dari kasus diatas,kembali kata 'fox' menjadi momok menakutkan bagi sebagian kalangan,seperti kita jumpai ada 'fox Indonesia' dan sejenisnya.

Namun,disini bukan membahas masalah tentang sebuah 'film fiktif yang diharamkan',maupun berbagai produk dan semua bidang berbau illuminati yang menyangkut aspek kehidupan,namun yang jadi perhatian adalah sebuah kisah fiktif baik itu dalam bentuk cerita,film,atau sejenisnya yang menjauhkan dari jalan taqwa jelas makruh bahkan bisa sampai pada tingkat'haram' adanya.

Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah ditanya:
"Apa hukum membaca dan menulis kisah fiksi dan cerita yang bisa membangkitkan imajinasi?
Dan apakah jika kisah-kisah ini membantu memperbaiki beragam masalah sosial, maka kisah-kisah ini diperbolehkan?"

Beliau menjawab:

"Kisah fiksi seperti ini merupakan kedustaan yang hanya menghabiskan waktu si penulis dan pembaca tanpa memberikan manfaat.
Jadi lebih baik bagi seseorang untuk tidak menyibukkan diri dengan perkara ini (menulis atau membaca cerita fiksi-ed).

Apabila kegiatan membaca atau menulis kisah fiksi ini membuat seseorang lalai dari perkara yang hukumnya wajib, maka kegiatan ini hukumnya haram.

Dan apabila kegiatan ini melalaikan seseorang dari perkara yang hukumnya sunnah maka kegiatan ini hukumnya makruh.Dalam setiap kondisi, waktu seorang muslim sangat berharga, jadi tidak boleh bagi dirinya untuk menghabiskan waktunya untuk perkara yang tidak ada manfaatnya."
(Fatwa Syaikh Fauzan di ad-Durar an-Naadhirah fil-Fataaawa al-Mu’aasirah – Pages 644-645, al-Fowzaan – ad-Da’wah 1516, Jumaada al-Oolaa 1416 H)

Jika para ulama salaf begitu ketat dalam menjaga kemurnian Islam,bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim?


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :(( مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ)). حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهَ هَكَذَا.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata:“Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya’.”
[Hadits hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan selainnya seperti itu]

Dan dalam kasus diatas,jangan sampai hal-hal tersebut menyibukkan kita dalam menuntut ilmu syar'i,karena fitnah dajjal yang sesungguhnya adalah sangat dahsyat.(ini akan kita bahas pada bab khusus pada sesi selanjutnya pent-)

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:


وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ


Dan sesungguhnya di antara fitnahnya Dajjal memiliki surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga (Allah) dan surganya adalah neraka (Allah).
(HR Ibnu Majah)

Bisa saja,hal-hal semacam kasus 'illuminati ini (meskipun organisasi syetan ini memang ada) akan menuntun kita pada kekufuran,dari propaganda dan konspirasi2 kaum kuffar.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS:Al-Baqarah ayat ke 120:


وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ


"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."

Mari berlindung dari dahsyatnya fitnah dajjal,seperti yang diajarkan Rasululloh setiap akhir tasyahud sebelum salam:


اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal"
(HR Muslim)


Bersambung ke Bag.3

Illuminati,Ad-Dajjal,Freemason,Lucifer,Satanic,666 di Mata Salafy (Bag.1)

Jumat, 31 Agustus 2012 | komentar

Illuminati,Apa itu Illuminati?

Illuminati atau organisasi apapun itu,yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah maka ia sesat tentu jika hal ini mengacu pada kekufuran bahkan jika menjadikannya sebagai 'kitab suci' dalam sepak terjangnya.

Illuminati,yang konon adalah sebuah 'organisasi rahasia' yang dalam prakteknya melestarikan sepak terjang syetan dalam menguasai dunia memang bukan sebuah fenomena aneh dan tak perlu kita selami sehingga meninggalkan kita dari belajar ilmu syar'i.

Dari sini banyak syubhat dan terbentur pada permasalahan:

'salafy itu kolot dan tak mau tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam kancah 'tata dunia baru' atau NWO (New World Order) yang akan memicu Perang Dunia III,sehingga tidak disadari Indonesia pun menjadi salah satu negara yang ikut bertanggung jawab terhadap hal tersebut dengan antek-antek illuminati di dalamnya'

Kita kembali ke awal permasalahan,dan kita akan mendapat pertanyaan:


-apakah illuminati benar-benar ada?
-apakah illuminati hanya sebuah propaganda kaum kuffar?
-adakah organisasi yang sejenis dengan illuminati?
-siapakah target illuminati?
-jenis dan seperti apakah produk-produk illuminati?
-bagaiamana langkah dan cara illuminati dalam sepak terjangnya?
-adakah dari Al-Qur'an maupun Assunnah yang membahas masalah seperti kasus illuminati?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang akan menguras otak kita sehingga dapat lambat laun menggiring kita menjauhi ilmu syar'i.
Bagaimana jika 'kasus' yang menyibukkan diri kita ini justru 'tentara-tentara dajjal' yang mana adalah sebuah fitnah yang besar?

Illuminati yang selalu diidentikan dengan simbol-simbol seperti kepala kambing,pentagram,segitiga dengan mata satu didalamnya,membuat berbagai 'trauma enigma' yang bak air akan cepat menyebar dan berpengaru kepada semua aspek kehidupan seperti;produk2 yang mengandung 'logo/simbol' ini selalu akan diidentikan dengan illuminati.
Hal seperti ini pasti tidak akan 'menguras waktu' kita jika sebagai umat muslim berusaha istiqomah dan ikhlas mengamalkan sunnah-sunnah Rasululloh.

Dari berbagai kasus 'Illuminati' yang telah terjadi,hampir semua mengacu dalam bidang yang telah diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.Seperti halnya musik,film,hiburan dan sejenisnya.

Jika kaffah dalam menempuh manhaj salaf -insya Allah- akankah kita termasuk orang-orang yang akan 'mengkonsumsi' produk2 illuminati ini(jika organisasi ini benar-benar ada pent-)?

Seperti kasus K-Pop,Lady Gaga Illuminati maupun jenis2 musik lainnya yang kerap dikait2kan dengan illuminati,akankah kita sebagai umat muslim akan terjebak didalamnya? Insya Allah tidak,karena Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui rasulNya sudah jelas mengharamkan musik dan hiburan yang jelas menuntun kepada kekufuran.
Silakan klik Di SINI untuk informasi lebih lanjut.

Kasus lain seperti acara sebuah televisi swasta yang mana akhir2 ni ada beberapa pihak yang menganggap 'lawakan' berunsur illuminati dalam sebuah program TV tersebut, 'OVJ' sarat dan berbau illuminati.
Jangankan sebelum anggapan ini ada,acara hiburan seperti lawakan (bahkan ada yang menyangut masalah agama na'udzubillah pent-) bukankah ada ancaman untuk ini?


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta utk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.

(HR. Abu Daud no. 4990, At-Tirmizi no. 2315, & dinyatakan hasan oleh Al-Albani dlm Shahih Al-Jami’ no. 7136)

Dari Abdullah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:

دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ


Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di dlm rumah kami.Ibuku berkata,
“Hai kemarilah, aku akan memberimu sesuatu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya kepada ibuku,
“Apa yang akan engkau berikan kepadanya?”
Ibuku menjawab,
“Aku akan memberinya kurma.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ibuku,
“Ketahuilah, jika kamu tak jadi memberikan sesuatu kepadanya, maka itu akan ditulis sebagai kebohongan atasmu.


(HR. Abu Daud no. 4991 & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Ash-Shahihah no. 748)

Jadi sauadaraku,dalam semua aspek kehidupan yang menyelisihi Al-Qur'an dan Hadits serta ijma' ulama,bersiaplah untuk terperangkap dalam fitnah Dajjal.
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa dijadikan golongan hamba yang bersyukur,senantiasa takut,taqwa dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah serta dikumpulkan bersama golongan-golongan yang beruntung di akhirat kelak.


Bersambung ke Bag.2

Fenomena Riba sebuah Bank,Yayasan,Koperasi,dll

Jumat, 29 Juni 2012 | komentar

Banyak pakar ekonomi di Indonesia,baik laki-laki maupun perempuan,tapi menurut saya,dari banyaknya pakar ekonom di negeri ini,lebih banyak pakar ribawinya daripada para pakar ekonomi yang 'sehat'.Demikian pula sebutan 'sarjana ekonomi' yang sering kita dengar,semoga saja bukan 'sarjana ribawi' ya.

Meskipun sudah banyak dalil yang menyatakan diharamkannya sebuah riba,praktek ribawi justru menjadi tolok ukur dan dijadikan sebagai roda dalam menjalankan perekenomian sebuah perusahaan,yayasan maupun perekenomian dalam sebuah keluarga.

Dalil yang menyatakan haramnya riba baik dari Al-qur'an dan Assunnah diantaranya adalah:

  • Dalil dari Al-Qur`an di antaranya adalah:


وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”(Al-Baqarah: 275)


يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ. فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al-Baqarah: 278-279)

  • Dalil dari Assunnah di antaranya adalah:


Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِيْقَاتِ -وَمِنْهَا- أَكْلَ الرِّبَا

Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan –di antaranya– memakan riba.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu riwayat Al-Bukhari:

لَعَنَ اللهُ آكِلَ الرِّبَا

Semoga Allah melaknat pemakan riba.”(HR. Al-Bukhari)

Sekilas,riba yang dikemas dalam bentuk yang sangat indah,sehingga menyamarkan dari hakekat sebuah riba tersebut,memang tampak menjanjikan dan mampu untuk memutar roda perekonomian sebuah keluarga,perusahaan maupun sebuah negara sekalipun.
Lihat saja,meskipun telah datang dalil diharamkannya riba dari system bank di Indonesia pada khususnya,tetap saja bank menjadi prioritas utama dan 'banker' sebuah badan maupun yayasan bahkan sebuah negara sekalipun.

Di Indonesia saat ini,hampir semua perusahaan menggunakan bank sebagai media penyimpanan maupun penanaman modal dalam usahanya.Bahkan kita tidak peduli lagi apa dan digunakan untuk siapa uang yang kita simpan dalam sebuah bank,yang penting uang aman dan dapat bunga pula.
System seperti ini,tidak dibenarkan dalam Islam,berarti menyimpan uang di bank sama dengan makan harta riba?
Benar,bahkan mulai yang mencatat (karyawan),mengamankan (security),dan yang bekerja sama didalamnya dapat terancam dosa yakni,riba karena bekerja sama dalam kemaksiatan kecuali bagi mereka yang memang belum mengetahuinya.

Dan ketahuilah saudaraku,meskipun satu tahun kedepan,dua tahun kedepan,sepuluh tahun kedepan,hasil dari kerja sama dengan badan yang bersystem riba didalamnya seperti bank dapat memutar perekonomian kita dan sukses,pada waktunya nanti,harta yang kita usahakan tersebut pasti tidak akan membawa pada keberkahan melainkan menjadi musibah,di dunia dan diakhirat.

Banyak saudara-saudara kita yang Allah subhanahu wa ta'ala sudah tegur dan saya kira sudah cukup untuk memberikan kita sebuah pelajaran,sebuah contoh kisah nyata dari seorang direktur sebuah bank,yang hampir seluruh hidupnya diabdikan pada sebuah bank,pada saat meninggalnya Allah berikan penyakit yang mana dari penyakit tersebut menghabiskan hampir seluruh harta miliknya.
Alhamdulillah,Allah subhanahu wa ta'ala mengurangi dosa-dosanya selama ia sekarat di dunia (sakit adalah menggugurkan dosa bagi mereka yang sabar),bukankah akan lebih rugi dan celaka apabila dosa itu kita bawa sampai kita menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala kelak.

Contoh lagi kesengsaraan akibat riba yang masih kita rasakan,adalah krisis moneter di jaman orde baru.Tawaran IMF sebuah organisasi yang dibentuk untuk menstabilkan bank dunia (central) yang akan memberikan pinjaman kepada negeri tercinta saat itu,system apa yang digunakan?
Benar,riba.


Bahkan dari banyaknya pinjaman tersebut,Indonesia saat itu harus bekerja ekstra hanya untuk membayar cicilan bunganya saja.Dan survey yang telah dilakukan dari banyaknya negara yang menerima tawaran IMF sebagaian besar dari negara tersebut tidak mengalami perekonomian yang lebih baik justru sebaliknya perekonomian yang terombang-ambing,yang kapan saja siap diterkam oleh para pemodal asing.

Katakanlah,tidaklah mungkin pihak IMF memiliki 'trik' tersembunyi sehingga mau mengucurkan dana hingga jutaan dollar tanpa ada pamrih.Benar saja,dari pinjaman yang akan dapat diterima Indonesia,ada syarat yang harus dipenuhi,yakni IMF meminta Indonesia membuka pasar bebas,sehingga para investor asing 'halal' dalam menanam modal di Indonesia.Dan apa yang terjadi? Benar,para investor asing pun menguasai pasar di Indonesia yang mana akibat dari permasalahan ini menyangkut kesejahteraan warga negara tersebut.

Bukankah Islam melarang system perdagangan (bisnis) seperti ini?

Banyak pakar ekonomi di Indonesia,baik laki-laki maupun perempuan,tapi menurut saya,dari banyaknya pakar ekonom di negeri ini,lebih banyak pakar ribawinya daripada para pakar ekonomi yang 'sehat'.Demikian pula sebutan 'sarjana ekonomi' yang sering kita dengar,semoga saja bukan 'sarjana ribawi' ya.
Islam menghalalkan jual beli,dan mengharamkan sebuah riba,namun jual beli yang dihalalkannya pun harus sesuai dengan syari'at yang syar'i.
Islam mengajarkan kemudahan dalam dunia bisnis,dalam bahasa sehari-hari 'pinjaman sekian harus dikembalikan juga sekian,tak kurang juga tak lebih'.

Ancaman dosa dari sebuah riba,termasuk ancaman yang sangat berat dan merupakan dosa yang besar,bahkan ancaman riba ini termasuk dalam dosa besar yang Allah subhanahu wa ta'ala jelaskan dalam Al-Qur'an secara rinci.Hal ini menunjukkan betapa bahayanya sebuah praktek riba.

Fenomena Riba sebuah Bank,Yayasan,Koperasi,dll - Jika kita melihat sekala kecil seperti koperasi yang dibentuk dalam lingkungan masyarakat kita pada umumnya,jika praktek riba ini masih dilestarikan,tunggu kebinasaan itu akan datang.Na'dzubillah.
Semoga kita menjadi golongan hamba-hamba yang senantiasa takut,taqwa yang dijauhkan dari berbagai praktek bid'ah dan ribawi dan semoga pula kita termasuk hamba-hamba yang beruntung dunia dan akhirat dan kelak mati dalam keadaan khusnul khatimah.Amiin.

Saya Prihatin Dengan Khutbah Shalat Jumat,Hari Jumat Minggu Ini

Sabtu, 23 Juni 2012 | komentar


Dengan perasaan yang sangat menyesal sekaligus kecewa izinkan saya untuk sedikit menuangkan curahan hati yang sebenarnya adalah sebuah beban mental bagi saya sendiri meskipun hal ini sudah saya sering temui dalam setiap khutbah dalam shalat jumat yang lain pula.
Beberapa waktu lalu saat mendengarkan khutbah jumat disebuah masjid di bagian selatan Jakarta,saya sangat prihatin dan sangat menyesalkan apa yang telah disampaikan oleh sang khatib.

Diantara topik dan tema yang dibawakan adalah 'Mengenal dan Mewujudkan Al-Qur'an',tujuan khatib waktu itu yang bisa saya tangkap adalah ajakan untuk memahami Al-Qur'an bukan sekedar dapat melantunkan namun juga dapat mengamalkannya.

Namun yang sangat saya sayangkan adalah dari yang beliau sampaikan sangat bertolak belakang dengan Al-Qur'an.Hal ini saya ketahui dari cara beliau menyikapi masalah jenggot,cadar dan celana cingkrang.

  • Mengapa saya didalam blog ini banyak menyinggung masalah jengot,cadar dan celana ngatung ?
  • Apakah agama ini diturunkan hanya untuk hal seperti ini saja?
  • Apakah jenggot,cadar dan celana ngatung menjadi ukuran masuk surga dan tidaknya seorang hamba?


Saudaraku,coba satu menit ini,kita renungkan bersama..

Beriman dan percayakah saudara,bahwa Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam 'memerintahkan' kita untuk menyelisihi orang-orang nashara dan majusi untuk 'memelihara jenggot dan memotong kumis'?

Beriman dan percayakah saudara,bahwa Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam 'menyampaikan' bahwa 'apa-apa yang dibawah mata kaki (isbal) tempatnya di neraka'?

Beriman dan percayakah saudara,bahwa Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam 'bersabda' bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan mengajak bicara orang-orang yang musbil (pelaku isbal) di hari kiamat kelak?

Beriman dan percayakah saudara,bahwa Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam 'bersabda' bahwa wanita itu adalah aurat sehingga sebaik-baiknya hijab bagi wanita adalah tinggal dirumahnya?


Saudaraku..Apakah mata hati kita telah buta?
Ketahuilah,bahwa 'perintah' dalam kata 'memerintahkan' disini adalah suatu kewajiban.

Bagaimana ada seseorang mengajak kita untuk mengamalkan Al-Qur'an,sedangkan kita tahu dalam Al-Qur'an memerintahkan kita untuk mengikuti Al-Qur'an dan sunnah Rasulalloh,sedang dia (khatib) menafikan (mengingkari) kewajiban yang diperintahkan oleh Rasulalloh diantaranya kewajiban memelihara jenggot dan tidak isbal.

Memang beliau (khatib) tidak mengingkari secara mutlak dan terang-terangan,namun yang beliau sampaikan adalah bahwa jenggot,cadar dan celana cingkrang bukan substansi (ukuran) dalam kewajiban beragama Islam ini.

Memang seperti apa yang beliau (khatib) sampaikan waktu itu? antara lain beliau mengatakan;

'bukan substansi Islam harus berjenggot panjang,bukan substansi Islam harus bercadar,dan bukan substansi Islam harus bercelana cingkrang'

'saat kita bicara dengan sesama muslim kita berbicara masalah dunia dan akhirat sedang jika bicara dengan orang kafir kita bicara masalah duniawi'

'Islam itu rahmat lil 'alamin,jika kita tidak mengikuti teknologi Islam akan tertinggal jauh'

'disana ada kelompok Islam yang selalu merasa paling benar dan merasa paling masuk surga'

'surga dan neraka adalah hak Allah,mari kita beramal dan biarkan Allah yang menilai amal kita'

'jika kita tidak belajar,kita akan tertinggal dalam ilmu politik'


Saudaraku..
Sudah sejauh itulah syetan telah menggoda akidah dan iman kita.

Itulah beberapa point yang saya tangkap sebagai point yang 'negativ' dalam menyikapi Islam.Mengapa saya sangat sesalkan,sedang ada jutaan bahkan milyaran mungkin manusia yang berfikir sama demikian?

Yang saya sangat sayangkan,yang saya sesalkan adalah karena beliau ini adalah tokoh masyarakat,panutan masyarakat,seorang khatib yang sangat berpengaruh kepada khalayak demi menunjangnya jaya-nya Islam ini,yang juga seharusnya menyampaikan mana yang haq dan mana yang baatil.

Tidak fahamkah kita? jangan pernah saudaraku,beranggapan bahwa amal baik kita yang akan menyebabkan kita masuk surga,jika demikian itu tidaklah adil.Karena amal kita jika dibandingkan dengan surga Allah itu sekali kali bukanlah sebuah tandingan.

Surga adalah hak Allah,seseorang masuk surga atau tidak adalah Rahmat Allah,kendati demikian JANJI yang ALLAH berikan kepada kita adalah SURGA bagi hamba-hamba yang senantiasa mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah RasulNya secara kaffah,termasuk salah satunya adalah menjalankan kewajiban untuk memelihara jenggot dan tidak isbal dan sudah pasti diluar hal tersebut adalah haram,karena 'perintah adalah kewajiban' kecuali jika ada udzur dan nash yang menjelaskan bolehnya seperti tidak tumbuh jenggot dan lain sebagainya.

Saudaraku..
Akankah Allah mengingkari janjiNya?
Allah memang maha mengetahui,maha menilai apa-apa yang telah kita amalkan bahkan Allah lebih mengetahui hamba-hamba yang senantiasa iklas dalam mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah dan maha menerima amal yang Allah ridhai.

Perintah dalam beribadah adalah dari Allah,dan Allah akan menerima amal yang sesuai dengan apa yang Allah ridhai,dan semua itu sudah sempurna dalam Islam yang disampaikan melalui Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam,bukan amalan dari ibadah-ibadah baru yang tak sedikit yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan sunnah,bahkan amalan-amalan baru dari ibadah-ibadah yang termasuk dalam bid'ah yang jelas-jelas Allah haramkan melalui apa yang disabdakan Rasulalloh Muhammad Salallahu'alaihiwassalam.

Islam memang tidak hanya mengatur seseorang untuk 'jenggotan' saja,tapi 'jenggotan' adalah bukti keimanan dari mematuhi peraturan Islam bagi mereka yang ikhlas mengamalkannya karena Allah.

Islam tidak melarang seseorang untuk kaya,menuntut ilmu dunia seperti science,dagang,teknologi,politik syar'i,dan lain-lain.Jadi anggapan jika kita menjalankan Islam secara kaffah (keseluruhan) kita akan 'tertinggal jauh teknologi,ilmu dunia dan bernegara',adalah jelas sebuah anggapan yang salah besar.

Demikian pula anggapan dan pandangan beliau terkait hubungan Islam yang kaffah dalam berpolitik,Politik?
Akankah kita terjun kedalam dunia politik yang mana asas politik mereka sekarang adalah mengubah dari yang haq menjadi baatil dan dari yang baatil menjadi haq? Bukankah yang akan dipertanggungjawabkan kelak sebagai seorang pemimpin itu adalah sangatlah besar di hari kiamat nanti?

Suadaraku..
Marilah kita meminta ampunan dan memohon agar kita dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah hamba yang senantiasa taqwa,takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dijadikan seorang hamba yang senantiasa iklas dalam beramal dan beribadah sehingga kita menjadi dan termasuk golongan hamba-hamba yang beruntung.

Adakah Islam Fanatik dan Fanatik dalam Islam?

Rabu, 18 April 2012 | komentar

Kesalahan Pemahaman Tentang Islam yang Syar'i

Sebuah pertanyaan yang kadang banyak menghantui setiap jiwa seorang muslim namun cenderung diabaikan,adalah Mengapa Islam menjadi beberapa golongan dan kelompok bahkan tidak sedikit kita jumpai dari dalam maupun luar negeri adanya perang saudara sesama muslim,bukankah Islam ini satu?
Hal ini berkaitan erat dengan subhat-subhat yang tersebar dalam masyarakat kita pada khususnya,mereka mengatakan:

  • 'jenggot,cadar? akh,itu Islam fanatik,beragama yang berlebih-lebihan'
  • 'ajaran fanatik seperti cadar,jenggot dan lain-lain itu untuk Islam di Arab mas,beda kalo Islam India,Pakistan sedang kita kan di Indonesia'
  • 'ya ga cocok klo Islam jaman nabi diterapkan di jaman ini mas,khan jamannya aja udah beda'
  • 'ya kita harus menjalankan ajaran Islam ini sesuai jaman,klo kita seperti Islam fanatik itu ya bagaimana bernegara,kita kan negara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling hormat-menghormati antar pemeluk agama lain'
  • 'sudah kewajiban kita toh,kita memeluk agama itu bukan diatas kelompok atau golongan tertentu,kita beragama yang biasa-biasa aja,yang fleksible terhadap jaman dan dalam bermasyarakat,klo kita terlalu kaku dalam agama,bagaimana kita bermasyarakat yang sebagian besar menganggap islam fanatik itu aneh'
  • 'bayangkan klo musik haram,film fiktif ga boleh,wanita bercampur pria dalam bekerja ga boleh,jika semua ga boleh gimana nasib negara kita ini,kita pasti akan tertinggal jauh dengan negara-negara lain toh'
  • 'da'i di televisi di kritik,akan lebih baik lagi toh jika dakwah lewat televisi dengan humor-humornya seperti itu,khan akan semakin tersebar Islam ini,gitu aja kok repot'

Dan subhat-subhat yang lain yang mengacu pada penafian terhadap Islam yang mencoba dijalankan dengan yang sebenar-benarnya.
Bukankah hal ini justru akan dapat mengeraskan hati kita dan semakin menjauhkan kita dari ilmu Tauhid ?
Lalu bagaimana yang kita seharusnya lakukan terhadap subhat-subhat itu?

Memukul Habis Subhat Islam Fanatik dan Kefanatikan dalam Islam

Adakah Islam Fanatik Itu? - jika Islam ini telah Allah sempurnakan,mengapa Islam masih terpecah belah?
Ingat saudarakau Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).

Kata 'sempurna' disini adalah 'sempurna' menurut ukuran Allah,sangat berbeda jika nilai 'sempurna' menurut mahluk-Nya disini manusia,sesempurna apapun menurut manusia mustahil jika tanpa cacat,namun jika 'sempurna' menurut Allah seperti firman-Nya dalam surat Al Maidah diatas,masihkah engkau saudaraku menganggap Islam ini cacat sehingga Islam ini harus ada penambahan syari'at dan amalan baru yang tanpa ada dalil sehingga mudahnya Islam ini terpecah belah?

Semua hanya bersumber pada pemahaman yang menyimpang dan pemahaman yang keliru dalam memahami Islam yang sudah Allah sempurnakan ini.
Islam ini akan jaya,akan mendapatkan kemenangan yang besar,persatuan yang tak tertandingi jika didasarkan diatas Al-Qur'an,Assunnah dan sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasulalloh.

Mengapa harus didasarkan pada pemahaman para sahabat?

Rasulalloh صلى الله عليه وسلم telah bersabda:


خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya”.

Dalam skema generasi terbaik itu adalah:

Jaman Nabi dan para sahabat ---> Tabi'in ---> Tabi'ut tabi'in dan yang mengikutinya.

Sudah jelas,siapa lagi yang akan kita ikuti,sedang para sahabat telah pergi,begitu juga para tabi'in,begitu pula para tabi'ut tabi'in.

Betul akhi,senantiasa agar Islam ini terjaga kemurniannya kita harus jeli terhadap hadits-hadits,mana hadits palsu mana hadits yang lemah,mana hadits yang hasan dan mana pula hadits yang kuat dan shahih.
Semua itu hanya kita dapat dari menuntut ilmu syar'i bukan hanya sekedar taklid buta terhadap apa yang nenek moyang kita berikan kepada kita.

Sudah barang pasti jika kita hanya sekedar belajar ilmu agama tanpa memperhatikan hal ini,karena manusia itu cenderung menganggap setiap kebaikan adalah baik,tidak peduli kebaikan yang dimaksud memiliki dalil dan nash yang shahih atau tidak dan hal ini sudah pasti akan melahirkan pemahaman-pemahan sesat dan menyesatkan.Oleh sebab itu seperti yang kita lihat,Islam ini kini terbagi menjadi beberapa golongan dan kelompok.

Akankah Islam ini terbebas dari para hizbiyyun / kelompok? jawabannya adalah mustahil,karena Rasulalloh sendiri telah bersabda bahwa Islam ini akan terbagi menjadi 73 Golongan / Firqah dan hanya satu yang selamat yakni Al-Jama'ah (orang-orang yang istiqamah yang berpegang pada Al-Qur'an Sunnah dan pemahaman para sahabat juga para ulama salaf).

Sikap kita adalah menemukan Al-Jama'ah itu,apakah 'Al-Jama'ah' itu adalah mayoritas? minoritas? atau apa?

Temukan dengan hatimu saudaraku,APAKAH Al-Jama'ah firqah yang selamat itu yang telah Rasulalloh sebutkan diatas adalah firqah / golongan:

  • firqah yang berdendang dalam dakwah yang menghalalkan musik,tari bahkan group band?
  • firqah yang menghalalkan pesta ulang tahun sehingga bercampurnya laki-laki dan perempuan dengan busana muslim gaul mereka?
  • firqah yang berteriak-teriak dalam dzikir dan memajang poster atau foto ulama-ulama mereka,tak jarang dalam foto ulama-ulama mereka itu terlihat angkuh dengan pose yang dibuat-buat agar lebih berwibawa tanpa melihat bagaimana hukum dalam sebuah hadits tentang gambar bernyawa itu?
  • firqah yang menganggap semua golongan Islam itu sama,sedangkan kita tahu ada suatu golongan dalam Islam yang mencaci maki para sahabat?apakah firqah ini al-jama'ah yang dimaksud itu?
  • firqah yang difungsikan untuk memberontak pemerintahan dengan bom bunuh diri,dll?
  • firqah yang digunakan hanya untuk kebutuhan politik dan materialisitas?
  • firqah yang dalam dakwah mereka mencampuradukkan agama dengan seni,humor / lawakan dan bekerja sama dengan produk-produk haram melalui iklan yang sering dapat kita lihat di televisi-televisi?
  • firqah yang tak merasa iri dengan ke-istiqomah-an seorang mukmin dalam menjalankan agamanya secara kaffa (keseluruhan) namun justru sebaliknya menganggapnya sebagai pelaku Islam Fanatik?

Tentu seandainya pun Rasulalloh menyaksikan hal ini secara kasat mata,tentu beliau tidak akan ridho jika Islam ini kini telah banyak diselewengkan dan dipahami hanya dengan ukuran kebaikan semata.Sampai disini saudaraku,tentu engkau tahu mana firqah yang selamat itu,tentu bukanlah firqah-firqah yang tersebut diatas.

Karena sebuah kebaikan,agama Islam ini pada khususnya bukan didasarkan dan disandarkan pada kebaikan semata melainkan harus dengan ukuran Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama sesuai dengan pemahaman sahabat juga para ulama salafush shalih.

Kepala Dingin Seputar Islam Fanatik

Semua yang bersumber pada nash yang shahih sekuat tenaga kita amalkan paling tidak kita mengetahui pada garis lurus yang akan kita tempuh nanti saat kita kembali meniti dan istiqamah dalam Islam ini.
Apa yang para sahabat pahami dan lakukan,semaksimal kita lakukan dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah.

Contoh kecil dalam memahami pemahaman para sahabat adalah tentang bid'ah,bagaimana shalat tarawih dikatakan sebaik-baiknya bid'ah oleh Umar sahabat rasulalloh صلى الله عليه وسلم,bukankah setiap bid'ah itu sesat?
Jika hal ini hanya dipahami dengan taklid dan pemahaman sendiri maka shalat tarawih dapat hilang bahkan melampaui batas.

Sahabat nabi Umar r mengatakan:

Sebaik-baiknya bid'ah [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari 4/250
no.2010]

Ini yang dimaksud adalah shalat tarawih yang dilakukan sepanjang malam bulan ramadhan secara berjama'ah.
Jika bid'ah paling baik adalah hal tersebut,sedang shalat tarawih sendiri dilakukan para sahabat dan Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri juga melakukannya,engkau pasti tahu saudaraku bagaimana sesatnya bid'ah selain itu yang bahkan tidak ada contohnya sama sekali dari Nabi Muhammad dan para sahabat.

Banyak riwayat yang menjelaskan dan cukup memberi kita pelajaran bagaimana sesatnya bid'ah yang bertentangan dengan syari'at bahkan tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat dan diri Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri.

Saran untuk diri saya pribadi dan kita semua,tuntutlah ilmu syar'i dari buku,hadits,dan ulama-ulama yang istiqamah diatas sunnah,BUKAN ulama yang mengejar popularitas dan materialitas juga ulama yang hanya menuruti hawa nafsu mereka.

Jauhi bid'ah meskipun itu sebuah kebaikan,karena setiap kebaikan yang tidak didasarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah kita wajib untuk waspada dan lebih baik untuk menghindarinya.
Ingat saudaraku,bid'ah lebih disukai syetan daripada sebuah maksiat yang jelas-jelas itu sebuah dosa.

Sampai disini,kita tahu bahwa Islam yang sesuai syar'i TIDAK cukup hanya dengan bercadar,berjenggot,bercelana cingkrang namun berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan yang wajib,menjauhi yang haram dan menegakkan yang sunnah dengan pemahaman yang benar.

Islam Fanatik? tidak ada akhi,...

Salafy yang Asli,Salafi yang Mana?

Minggu, 12 Februari 2012 | komentar


Bismillah - Tak sepantasnya hamba yang minim ilmu syar'i ini membahas tentang 'Apa sih Sururiyyah,Ikhwanul Muslimin,Khawarij,Syi'ah,dll itu?' sebelum mengulas tentang 'Salafy yang Asli,Salafi yang Mana?' bahkan banyak kaum muslimin yang belum begitu mengerti dan paham betul dengan manhaj salaf turut menjadi bingung atas permasalahan ini.

Salafy manhaj yang haq saja belum mereka mengerti namun kini sudah ada fitnah diantara para ulama salafiyin di Indonesia,itulah perangkap syetan jika kita dalam menanggapi masalah ini hanya berdasarkan hati belaka dan menyampingkan dari sudut pandang Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama.

Sedikit kita kembali pada permasalahan 'apa sih dan seperti apa manhaj salaf atau salafy itu?',adalah suatu manhaj dan pemahaman dalam menerapkan ilmu syar'i sesuai dengan Al-Qur'an,Sunnah dan ijma' (kesepakatan para ulama).
Salafy itu sendiri berasal dari kata 'salaf' yang berarti 'yang terdahulu' yang memiliki arti pemahaman sesuai dengan Al-Qur'an,Sunnah (hadits shahih) dan ijma' (kesepakatan para ulama) serta mengusung pemahaman seperti pemahaman para sahabat nabi yang sudah dipraktekkan dihadapan Rasululloh صلى الله عليه وسلم,dan manhaj salaf yang asli adalah suatu manhaj yang mengatur hawa nafsu dan mencari keselamatan juga kebahagiaan dalam semua aspek kehidupan dunia dan untuk akhirat kelak.


Manhaj salaf akan benar-benar membawa Islam secara kaffah (keseluruhan),menerapkan Islam yang sudah sempurna ini dengan sebenar-benarnya,tanpa berbalut bid'ah,syirik,khurofat dan segala bentuk penyakit hati.Tidak ada lobang sedikitpun yang menimbulkan fitnah jika manhaj ini dijalankan secara kaffah dengan pemahaman yang benar.Karena manhaj salaf adalah penerapan secara kaffah dari Islam yang sudah sempurna ini,tak ada tambahan dan tak ada pula pengurangan.

Tapi perlu digarisbawahi bahwa bukan berarti orang yang mencoba berjalan diatas manhaj salaf ini telah sempurna tanpa dosa,karena mereka hanyalah manusia biasa yang tidak ma'sum (terbebas dari dosa) seperti nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Yang sangat disayangkan adalah adanya perpecahan diantara para da'i salafiyin yang mana hal ini adalah sebuah fitnah besar,begitulah panglima syetan jika sudah turun tangan untuk menggoda mereka agar senantiasa manhaj yang haq ini akan terhambat dalam penyebarannya.
Jika kita bertanya,jadi mana salafy yang asli? cukup mudah untuk menjawabnya,yakni manhaj salafi yang benar-benar berjalan diatas garis para ulama salaf.

Bagaimana jika para ulama salafpun berselisih seperti masalah yang akan kita bahas ini? jawabannya pun sangat mudah,yakni kita harus mengetahui siapa dan seperti apa sepak terjang mereka yang kita anggap sebagai ulama salaf tersebut.

Itu sebabnya,perlu dijelaskan mana ahlul bid'ah (ulama yang mengadakan hal-hal baru dalam agama namun tidak ada contoh dari nabi) dan mana yang benar-benar ulama yang menyerukan pada pintu-pintu surga ukan para ulama-ulama dan ustadz-ustadz yang justru mengantar pada pintu-pintu jahanam.

Perhatikanlah Hadits Shohiih Riwayat Imaam Al Bukhoory رحمه الله no: 3606 dari Hudzaifah Ibnul Yamaan رضي الله عنه berikut ini :


عن حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya:

Dari Hudzaifah bin Al Yamaan رضي الله عنه berkata, “ Orang-orang bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.“
Maka aku katakan, “Wahai Rosuulullooh, sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliyahan (kebodohan) dan kejahatan, lalu Allooh datangkan pada kami kebaikan (–Islam –pent) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya.”
Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Tetapi di dalamnya terdapat noda.”
Aku bertanya lagi, “Noda apakah itu?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. Maka barangsiapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan mencampakkannya pada jahannam itu.”
Aku bertanya lagi, “Wahai Rosuulullooh, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.”
Lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.”
Aku bertanya, “Apa yang kau perintahkan padaku, jika hal itu menimpaku?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Berpegang teguhlah dengan jama’ah muslimin, dan Imaam mereka (– kelompok yang berpegang teguh dengan Al Haq – pent).”
Aku bertanya, “Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya Imaam?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.”

Oleh sebab itu, perlu juga dijelaskan siapa khawarij (orang-orang yang melampaui batas - bom bunuh diri,dll),syi'ah (orang-orang yang mencaci maki para sahabat),ikhwanul muslimin (menyatukan umat Islam dan menyampingkan syari'at) dan kelompok-kelompok serta golongan-golongan juga sekte-sekte yang lain,perlu dijelaskan itu semua agar kita selamat dan tidak tersesat.

Kita lihat,pada awalnya mereka hanya melakukan bid'ah yang kecil dan ringan,namun saat bid'ah yang dulunya kecil itu menjadi besar dan membahayakan agama,siapa yang mau bertanggung jawab saudaraku?
Meskipun pahit,kemurnian Islam harus tetap terjaga,jika tidak,seperti saat inilah yang akan terjadi,misal;
  • Da'i diperlombakan di acara televisi hanya untuk sekedar hiburan,popularitas dan materialisitas.
  • Dakwah sudah disangkutpautkan demi kebutuhan politik.
  • Da'i sudah tak peduli dari mana mereka mendapat dana untuk mengelola yayasan-yayasan dan sekolah-sekolah mereka.
  • Da'i sudah mengabaikan untuk berhati-hati dalam 'duduk' bersama ulama ahlul bid'ah.
  • Orang-orang sudah menganggap hal yang wajar saat shalat mengenakan celana panjang ketat.
  • Da'i menjual agama hanya untuk kebutuhan dan profesi.
  • Hijab / jilbab yang hanya menutup kepala tanpa melihat dalil dan fungsi sebuah jilbab.
  • Banyak akhwat dan ikhwan yang meskipun berbalut hijab namun melakukan pacaran bahkan di tempat umum sekalipun.
  • Banyak masjid yang dijadikan lahan mendapatkan dana namun menghalalkan segala bid'ah,dan lain sebagainya.
Bagaimana semua itu bisa terjadi? sekali lagi jawabannya pun sangat mudah saudaraku,semua itu bisa terjadi karena masih banyak lubang-lubang dan cacat serta tidak aman dari dosa yang berasal dari pemahaman maupun manhaj yang salah.

Mereka lupa bahwasannya Islam ini diturunkan untuk memberantas kesyirikan,menegakkan tauhid dan membebaskan dari segala bid'ah,bukan hanya menyempurnakan akhlak dan persatuan semata.Jadi saudarakau,persatuan kaum muslimin harus diatas kebaikan,dan kebaikan harus didasarkan dengan Al-Qur'an dan Sunnah,karena banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mendapatkannya.

Berikut beberapa streaming audio yang saya edit dari nukilan ustadz Muhammad Umar As-Sewed dalam menukil perkataan Syeikh Rabi' dalam menyikapi para hizbiyyin (sururiyyah,khawarij,IM - ikhwanul muslimin,Syi'ah,dll) serta tokoh-tokoh mereka (kami ambil sebagian yang dirasa pokok dan inti dari kajian beliau,tanpa mengurangi maksud dan tujuan beliau - Insya Allah).

Akhir kata saya sebagai penulis memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas kesalahan dan dosa yang saya tidak sadari dan tidak saya ketahui dalam artikel singkat ini.Demmi Allah,saya mencari kebenaran yang haq yang mana dari artikel ini semoga bermanfa'at dan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Audio 1.
Audio 2.
Audio 3.
Audio 4.
Audio 5.
Audio 6.

Seputar Kesalahan Dalam Membawa Dakwah Salafy / Salafi

Senin, 26 September 2011 | komentar





Alhamdulillah,dalam sesi kali ini Insya Allah akan diskusi silang pendapat seputar masalah dakwah salafy / salafi.Dakwah salafiyah bukan sekedar menyampaikan syari'at dan akhlak sesuai Al-Qur'an dan sunnah,namun harus sesuai pula dengan pemahaman para salafus shalih.
Islam bukan sebuah trend,gaya hidup maupun sekedar pengakuan,namun Islam adalah sebuah pedoman hidup berdasarkan syari'at yang benar.
Disini kita akan mencoba mengemukakan beberapa khilafiyyah (perbedaan) dalam menyingkapi pemahaman yang beraneka ragam mengenai Islam dalam manhaj salafiyyah,diantaranya:

1.Adab Dalam Menyampaikan Dakwah,Perlukah?
 
Tidak sedikit kita menjumpai dalam masyarakat kita yang sebagian besar justru memiliki ketimpangan dalam masalah akidah.Diantaranya adalah masih banyaknya kesalahpahaman dan minimnya ilmu agama yang lambat laun akan mengantar kita pada kekerasan hati.
Tidak bisa dipungkiri bahwasanya kita memang hanyalah mahluk lemah dan miskin serta tak memiliki daya sekecil atompun.
Sekecil apapun hal yang dapat kita lakukan dan yang kita miliki adalah semata-mata karena izin Allah Subhanahu wa Ta'ala,oleh karenanya sudah kewajiban kita untuk bersyukur dan rendah diri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 Dakwah salafy adalah hal penting dalam mendukung tersebarnya ajaran Islam yang kaffah dan murni,kita sampaikan meski itu pahit tentu berdasarkan ilmu yang disertai dengan akhlak yang susai syar'i. Akhlak dan syari'at yang benar adalah inti dari sebuah kepribadian yang lurus,semata-mata mengharapkan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam adalah manusia yang berakhlak paling mulia di muka bumi ini,namun saat syari'at dilanggar syri'at tetap sebuah syari'at.
Pernahkah pembaca mendengar kisah tentang seorang perempuan yang menghadap Beliau (Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam ) lalu ia mengakui bahwa ia telah berzina? Apa yang Beliau  Rasulalloh perintahkan?
Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam,dengan wajah Beliau yang memerah karena sedih dan malu atas apa yang telah menimpa perempuan tersebut,dengan akhlak yang sangat mulia  Beliau menyuruh perempuan tersebut untuk melahirkan dahulu anak dari perzinahan itu,.
Setelah anak dari hasil zina itu lahir,perempuan itupun kembali menghadap Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam untuk menerima hukuman dari perbuatan dosanya,namun Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam dengan akhlak mulianya,masih menyuruh perempuan tersebut untuk menyusuinya dahulu hingga anak tersebut mulai bisa berjalan.
Setelah beberapa waktu lamanya,perempuan itu kembali menghadap Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam.Namun,untuk kesekian kalinya Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam masih memerintahkan wanita itu untuk kembali hingga anak hasil zina tersebut kelak sudah dapat memakan makanannya sendiri.
Hingga waktu itu tiba,akhirnya Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam menjalankan syari'at Islam yakni merajam perempuan itu hingga terjemputnya ajal,dan ketahuilah saudaraku,kata nabi,nilai pahala tobatnya perempuan tersebut adalah lebih besar meskipun dibandingkan dengan seluruh tobatnya penduduk kota waktu itu.
Kisah ini juga mnjelaskan,bahwa sebuah Syari'at meskipun itu pedih tetaplah sebuah syari'at,tidak dapat diubah apalagi didasarkan dengan perasaan semata dan sekedar anggapan baik.Oleh karena itu,sudah semestinya dalam menyampaikan dakwah harus berdasarkan ilmu meskipun tidak harus dapat menguasai semua ilmu dalam agama terlebih dahulu.

Darimana kita tahu bahwa sebuah syari'at itu benar dan salah? Jawabanya adalah dengan kita belajar,menuntut ilmu dan tak henti-hentinya dalam mencari kebenaran .
Bagaimana menurut anda saudaraku,jika para ulama salaf dalam memahami suatu hadits telah shahih dari Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam,sesuai dengan fitrah manusia,kemudian kita disyari'atkan untuk menyampaikan kepada yang belum mengetahuinya,apakah hal seperti ini merupakan kesalahan? apakah lantas  bahwa salafy merasa paling benar?tentu tidak akhi.

Saat hati kita merasa paling benar dengan berdasarkan akal dan perasaan semata apalagi tak ada dalil maka kita perlu koreksi karena kebenaran jika hanya didasarkan pada perasaan semata bisa saja hanyalah sebuah kebenaran yang direkayasa.
Hati kita tentu takkan menolak manhaj salaf dan fitrah diri kita jika kita benar-benar mengenal hakikat kita dalam hidup,untuk apa Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan kita?bukankah hanya untuk menyembahNya?ya,itulah hakikat hidup,kita dan jin diciptakan hanya diperintahkan untuk menyembahNya dan hidup sesuai dengan apa yang ditetapkanNya.
Hidayah bukan datang dari seorang ustadz,kyai atau siapapun itu,melainkan hidayah itu adalah pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.Tugas kita hanya beramar ma'ruf nahi munkar serta menjalankan apa-apa yang Allah syari'atkan dan berusaha menjauhi apa-apa yang Allah larang.
 Adab dalam dakwah salafy memerlukan ilmu,memahami syari'at dan memiliki akhlak yang terpuji.
Dakwah bukan media perdebatan,tapi dakwah membawa pada ketenangan hati,mempererat silaturahmi,membela agama Allah dan semata-mata hanya ridho Allah yang kita harapkan tanpa berbalut praktek syirik dan bid'ah.

Sabar dalam menghadapi segala bentuk pengasingan,penolakan,penyanjungan bahkan sampai bentuk penghinaan kepada diri kita.
Jika suatu dakwah semata-mata mengaharapkan ridho Allah dan ikhlas,Insya Allah kita akan terhindar dari amarah dan egoism seperti tersebut diatas,karena yang kita harapkan adalah pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita harus berusaha mencontoh cara dakwah Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam yang memiliki akhlak sangat mulia,lemah lembut kepada sesama,tidak membedakan seseorang itu dari nashara maupun yahudi.
Bahkan pernah Beliau Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam kepada seorang yahudi,memijat yahudi tersebut,yang ternyata buta matanya sedang ia (yahhudi) justru menghina dan menjelek-jelekkan Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam,dia tidak mengetahui bahwa yang memijatnya saat itu adalah Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam.
Ada pula suatu kisah yang menceritakan bahwa Beliau Rasululloh Salallahu'alaihiwassalam pernah setiap pagi pergi ke pasar hanya untuk mengunyahkan korma dari seorang yahudi,ini memberitahukan kepada kita betapa mulianya akhlak beliau,tapi apakah lantas beliau berhenti dalam mendakwahkan Islam?
Kepada ahlul bid'ah,justru kita diperintahkan untuk mendakwahkan dengan cara yang paling lemah lembut yang kita bisa,mereka saudara kita,mereka hanya belum mengetahuinya bisa juga karena hidayah belum datang pada mereka. Kadang sebagai mahluk yang lemah,talbis iblis selalu menghantui kita,kadang datang dalam bentuk riya(ingin dipuji),sombong,merasa terbebas dari segala bi'ah hingga kita merasa amal kita pasti diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,dan lain sebaginya.
Semoga kita terhindar dari berbagai penyakit hati tersebut yang justru akan mencelakakan diri kita nanti.
Adab dalam dakwah,selain harus berdasarkan ilmu juga harus disertai dengan akhlak yang terpuji,lemah lembut,pantang putus asa,berusaha menepis segala penyakit hati,ikhlas membela agama Allah dan semata-mata hanya mengharapkan ridho dan pahalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.


2.Islam Akan Jaya Di Atas Manhaj yang Benar
 
Mengapa Islam di Indonesia rentan dengan perpecahan,maraknya bid'ah yang mengantar pada kekerasan hati yang akan menimbulkan pemahaman yang sesat serta kurang kompaknya para kaum muslimin? Ya,karena Islam yang kita yakini mungkin saja belum sesuai dengan syar'i,dan hal ini selain dapat meracuni akidah kita juga akan perlahan menggiring kita pada kesesatan.

Seperti maraknya bom bunuh diri (teroris orang bilang),kriminalitas karena kebutuhan ekonomi,dan banyaknya para kyai yang justru berjubah agama namun melakukan praktek syirik,dan pesimisnya para kaum muslimin dengan bantuan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala BERJANJI akan memberikan kehidupan yang luas,tenang,tercukupi dan akan mebela serta memenangkan kaum muslimin?
Tapi mengapa banyak saudara kita di palestina misalnya terpecah belah,terjajah dan mana bantuan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dijanjikan?
Mengapa banyak kaum muslimin yang bunuh diri baik karena himpitan ekonomi maupun bermodus jihad? Mengapa banyak para kaum muslimin yang pesimis dengan bantuan Allah lalu mereka menghalalkan segala cara meskipun harus melanggar syari'at agama?

Saya bertanya kembali pada saudara dan pembaca yang budiman,dari pertanyaan-pertanyaan diatas apakah  berindikasi semua ini adalah kesalahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala? Mana bantuan yang Allah janjikan? 

Ketahuilah saudaraku,SEMUA ADALAH SALAH KITA,karena dosa-dosa kita dan mungkin karena kita juga belum berjalan diatas manhaj yang haq,manhaj yang sesuai dengan pemahaman para salafush shalih yang mana mereka (para salaf) dapat menjalankan dan menyebarkan Islam dalam kekompakan .

Apakah kita kira mereka berjuang tanpa bantuan Allah Subhanahu wa Ta'ala?
Islam ini akan jaya saat berjalan diatas manhaj yang haq,bebas dari berbagai macam bid'ah,kesyirikan,thaghut dan khurofat serta mencoba selalu bersatu atas nama Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Maka yakin dan percayalah bantuan Allah akan memenangkan kita dari segi apapun dan dari segala bidang aspek dalam kehidupan ini,baik itu karena himpitan ekonomi,sosialisasi,keluarga maupun didalam menjadi warga suatu negara.


3.Apakah Salafy Selalu Merasa Paling Benar?
 
Para pembaca yang budiman,seandainya mendapatkan suatu kesimpulan dalam suatu ilmu,saya asumsikan seandainya saudara ditanya salah seorang teman saudara dan teman andapun bertanya kepada anda; 'apakah menurut anda benar bahwa 2+3=5?' Jika anda sudah mengerti dan paham serta berani menyimpulkan sebuah keputusan dari pertanyaan teman anda tersebut,tentu anda telah yakin seyakin-yakinnya bahwa 2+3=5 adalah BENAR! dan sudah menjadi kepastian bahwa anda memang harus merasa benar.
Demikian juga dengan ilmu hadits,jika sanadnya telah shahih dan telah jelas disepakati oleh semua ulama dan tak ada pertentangan untuk itu,baik dari ulama maupun dari imam yang empat,apakah kita masih meragukan hal tersebut?

Seperti contoh hadits shahih tentang memelihara jenggot dan hadits sahih tentang dilarangnya isbal(pakaian laki2 yang menjulur hingga melewati mata kaki),kita lihat - apakah kedua hadits tersebut palsu,lemah?
Sama sekali TIDAK,bahkan semua ulama baik imam yang empat tak ada khilafiyyah masalah ini,tapi lihatlah saudaraku,sebuah dalil meskipun itu sudah terbukti shahih,baik dan kuat masih saja kini lambat laun telah dirubah oleh orang-orang yang nafsunya tak ingin dibatasi.

Dalil kini sudah ditelan oleh jaman,dan ingat saudaraku,ISLAM BUKAN TIDAK SESUAI DENGAN JAMAN,TAPI JAMAN YANG SUDAH KELUAR DARI ISLAM,LANTAS MASIHKAH ISLAM SESUAI DENGAN JAMAN DISAAT JAMAN INI SUDAH KEMBALI SEPERTI PADA JAMAN JAHILIYYAH?
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Islam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger